Paduan suara Universitas Cendrawasih (Uncen), Papua, telah memenangkan hati warga Cincinnati, Ohio, AS. Warga setempat berlomba untuk membantu kelompok beranggotakan 49 orang itu.
Hingga akhirnya kelompok koor itu meninggalkan Cincinnati pada Selasa (18/7/2012) waktu setempat dengan menumpang bus. Tujuan mereka adalah San Fransisco. Dari kota itu, mereka akan terbang ke Jakarta pada Jumat dinihari waktu setempat. Karena perjalanan darat yang makan waktu 54 jam itulah mereka harus buru-buru berangkat ke San Fransisco.
Gema Chandra lantas mengadakan pentas dadakan di lobi hotel sebagai perpisahan. Media WKRC TV lewat Channel 12 menyebut pentas mereka memang tidak mendapatkan medali emas. Namun pertunjukan itu sepertinya memenuhi syarat sebagai konser paling emosional dalam kejuaraan World Choir Games, yang luput mereka ikuti. Air mata haru berjatuhan di pipi para anggota koor.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Julie Calvert mengatakan, "Kelompok ini benar-benar mewujudkan (ikut) World Choir Games. Mereka datang ke sini meskipun banyak rintangan."
Setelah konser, mahasiswa Uncen memasukkan kopor-kopor mereka ke bagasi bus. Seorang perwakilan Konsulat Indonesia menuturkan, pemerintah Indonesia akan mengganti biaya sewa bus senilai 9.000 dolar itu.
Seperti diberitakan sebelumnya, kelompok ini nekat terbang ke AS meskipun jadwal mereka berkompetisi telah telat seminggu. Mereka harusnya tampil 6-7 Juli, namun baru datang pada 14 Juli, di saat upacara penutupan kompetisi. Masalah muncul, karena mereka tidak memiliki tiket pesawat Cincinnati-San Fransisco karena tiket yang mereka pegang sudah kedaluwarsa menyusul telatnya perjalanan mereka. Masyarakat Cincinnati lantas mengundang mereka tampil dan memberi donasi sehingga mereka bisa ke San Fransisco dengan menyewa bus. Mereka sudah memiliki tiket pesawat San Fransisco-Jakarta.
(nrl/)











































