"Saya sendiri tidak tahu persis, saya hanya dengar-dengar ada pertemuan di Bali," ujar Akbar ketika dikonfirmasi detikcom, Rabu (18/7/2012).
Wajar saja Akbar heran, beberapa sumber mengatakan dalam pertemuan itu dibahas kader-kader Golkar yang bermasalah bisa menghambat pencapresan Ical. Apalagi penetapan tersangka Wakil Bendahara Umum Golkar Zulkarnaen Djabbar bersamaan dengan deklarasi tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau evaluasi pencapresan saya belum tahu apa alasannya. Kan penetapan capres kan baru belum lama. Evaluasi kan dilakukan setelah beberapa bulan. Kecali kalau ada hal-hal yang penting sehingga dilakukan evaluasi terhadap hal-hal yang penting itu," duga Akbar.
Sebelumnya diberitakan DPD I Golkar kumpul di Bali membahas pencapresan Ical. Kebenaran pertemuan ini terkonfirmasi dari Wasekjen Golkar Nurul Arifin. Menurut Nurul rapat tersebut bagian dari penguatan pencapresan Ical.
"Untuk yang bertanya-tanya soal pertemuan DPD 1 se-Indonesia di Bali mulai tadi malam, penjelasannya adalah bahwa pertemuan tersebut diinisiasi untuk menyatukan langkah, konsep dan strategi dalam upaya memenangkan Pak Ical sebagai Presiden RI," kata Nurul, kemarin.
Namun Nurul membantah itu dalam rangka penjegalan pencapresan Ical. Nurul membantah pertemuan itu didorong karena menguatnya figur JK sebagai capres yang juga dilirik oleh parpol lain.
"Tidak benar jika ada asumsi yg mengatakan bahwa pertemuan tersebut untuk mengevaluasi pencapresan Pak Ical," kilah Nurul.
(van/mok)










































