"Saya nggak ada urusannya kaya gitu, saya bukan anggota Banggar, dan tidak pernah sekalipun menjadi anggota Banggar," kata Irgan saat dihubungi, Rabu (18/7/2012).
Menurut Irgan, tudingan yang menyebut dirinya terbiasa main anggaran adalah penghinaan dan fitnah. "Saya tidak tahu mekanisme (anggaran), jadi di mana korelasinya?" lanjutnya lagi.
Khusus untuk masalah DPID, Irgan mengaku tidak mengenal dengan seseorang yang bernama Fahd Arafiq. Namun dia mengaku kenal dengan Haris Surahman.
Sebelumnya, tudingan ini muncul dalam sidang lanjutan Wa Ode Nurhayati di Pengadilan Tipikor. Wa Ode mengaku sering dihampiri Haris Surahman. Haris dalam dakwaan Wa Ode ikut mengurus alokasi dana penyesuaian infrastruktur daerah (DPID).
"Haris pernah ngatakan 'ayo Bu main anggaran. Saya biasa main anggaran dengan Pak Irgan untuk kesehatan'. Haris bilang ke saya, Anda banggar? Iya banggar, saya (Haris) biasanya main anggaran dengan Pak Irgan," tutur Wa Ode menirukan perkataan Haris saat berupaya mendekati dirinya.
Namun, Wa Ode mengaku tidak mengetahui kebenaran perkataan Haris tersebut. Sebelumnya Fahd Arafiq juga mengaku ditawari nama Irgan, Wakil Ketua Komisi IX untuk mengurus alokasi DPID di 3 kabupatenn Nangroe Aceh Darussalam.
(mok/mok)











































