Perlu Aturan Mengikat Agar Masyarakat Tak Lagi Doyan Golput

Perlu Aturan Mengikat Agar Masyarakat Tak Lagi Doyan Golput

Moksa Hutasoit - detikNews
Rabu, 18 Jul 2012 05:31 WIB
Perlu Aturan Mengikat Agar Masyarakat Tak Lagi Doyan Golput
Jakarta - Seringkali golput menjadi 'pemenang' dalam berbagai pemilihan yang ada di Indonesia. Untuk menghindarinya, perlu dipertimbangkan adanya aturan yang mengharuskan setiap warga ikut dalam pencoblosan.

Peneliti senior Pusat Penelitian Politik LIPI, Siti Zuhro, memberi contoh aturan yang ada di Australia. Di negara tersebut, setiap warganya diharuskan ikut berpartisipasi dalam pemilu. Jika tidak, sanksi akan menunggu mereka.

"Perkara dia mencoblos itu valid atau tidak, itu urusan lain lagi. Yang penting untuk meningkatkan partisipasi warga," jelas Siti saat berbincang dengan detikcom, Selasa (17/7/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Khusus untuk tingginya angka Golput di Pilgub DKI kali ini, Siti punya analisa sendiri. Menurutnya, karakteristik warga di daerah metropolitan memang cenderung memiliki sifat yang acuh tak acuh terhadap proses politik.

"Yang menggunakan hak pilihnya justru paling banyak adalah masyarakat bawah," papar Siti.

Warga Jakarta terkesan ogah-ogahan dalam mengikuti pemilihan. Padahal mereka justru adalah kaum yang kritis.

Siti menyarankan supaya di putaran kedua, pihak penyelenggara bisa lebih persuasif
dalam mengajak warga untuk turut berpartisipasi.

"Harus bisa lebih persuasif mengajak untuk menggunakan hak pilih warga," tandasnya.

(mok/mok)


Berita Terkait