Peneliti senior Pusat Penelitian Politik LIPI, Siti Zuhro, memberi contoh aturan yang ada di Australia. Di negara tersebut, setiap warganya diharuskan ikut berpartisipasi dalam pemilu. Jika tidak, sanksi akan menunggu mereka.
"Perkara dia mencoblos itu valid atau tidak, itu urusan lain lagi. Yang penting untuk meningkatkan partisipasi warga," jelas Siti saat berbincang dengan detikcom, Selasa (17/7/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang menggunakan hak pilihnya justru paling banyak adalah masyarakat bawah," papar Siti.
Warga Jakarta terkesan ogah-ogahan dalam mengikuti pemilihan. Padahal mereka justru adalah kaum yang kritis.
Siti menyarankan supaya di putaran kedua, pihak penyelenggara bisa lebih persuasif
dalam mengajak warga untuk turut berpartisipasi.
"Harus bisa lebih persuasif mengajak untuk menggunakan hak pilih warga," tandasnya.
(mok/mok)











































