"Itu kan perusahaannya baru di Buol. Baru 2 tahun. Pakai sistem plasma, kalau dia buka 5.000 hektar maka plasma dapat 2.500 hektar dan perusahaan 2.500 hektar. Saya tidak tahu persis, mungkin dijadikan pembanding," kata Amat di Gedung KPK, Jl HR Rasuna Said, Jakarta, Selasa (17/7/2012).
Amat menjelaskan kebun milik Artalyta berdekatan dengan kebun milik Hartati Murdaya di Kabupaten Buol. Bahkan, ada dugaan lahan milik Hartati mengambil lahan milik Artalyta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti diketahui Artalyta dipanggil KPK sebagai saksi untuk kasus suap Bupati Buol. Namun Artalyta tidak datang. Pihak Artalyta mengirim surat pemberitahuan kepada KPK bahwa dirinya sakit dan berada di Singapura. KPK pun meminta surat keterangan dokter kepada Artalyta.
(tor/mok)











































