"Sesuai pengamatan yang kami lakukan, kami yakni perpisahan bulan Sya'ban ke Ramadan terjadi pada rabu besok, 18 Juli, sekitar pukul 09.00 sampai 11.00 Wita, jadi kami akan berpuasa pada Kamis 19 Juli," tutur pimpinan jamaah An-Nadzir, Ustadz Lukman A Bakti saat dikonfirmasi detikcom, Selasa (17/7/2012).
Dalam menentukan masuknya Ramadan, jamaah An-Nadzir menggunakan metode pengamatan perpindahan bulan Sya'ban ke Ramadan dengan melihat tanda-tanda alam. Yakni dengan cara mengukur pasang tertinggi air laut yang diperkirakan akan terjadi Rabu (18/7) besok sekitar pukul 09.00 hingga pukul 11.00 Wita.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kaum pria jamaah An-Nadzir identik dengan rambut pirang gondrong dan pakaian hitam. Sedangkan kaum wanitanya, berpakaian jilbab besar disertai cadar.
Meski tampak berbeda dengan umat Islam lainnya, keberadaan jamaah An-Nadzir sendiri diterima baik oleh masyarakat di Kab. Gowa. Selain di Kab. Gowa, jamaah An-Nadzir juga tersebar di daerah Luwu, Palopo dan Palu.
(mna/mok)










































