2 Alat Berat Perusahaan Tambang di Donggala Sulteng Dibakar Massa

2 Alat Berat Perusahaan Tambang di Donggala Sulteng Dibakar Massa

Mahfudz Jufri - detikNews
Selasa, 17 Jul 2012 15:46 WIB
Palu - Sekitar 500 warga 8 desa di Kecamatan Balaesang Tanjung, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah berunjuk rasa menolak pertambangan emas PT. Cahaya Manunggal Abadi (CMA). Mereka membakar 2 alat berat dan membakar sebuah gardu jaga perusahaan tersebut.

Aksi digelar, Senin (17/07/2012) sejak 11.30 WITA. Pada awalnya, massa hanya berorasi di tempat tersebut. Namun kemudian aksi memanas.

"Pemerintah tidak peduli pada aksi-aksi warga sebelumnya dan terus memberi peluang bagi perusahaan menambang emas di lahan-lahan perkebunan kami. Warga kehilangan kesabarannya sampai terjadi
peristiwa ini," kata Rustam, warga setempat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Awal kejadiannya, seperti yang dituturkan Rustam lewat hubungan telepon, awalnya warga bersama sejumlah kepala desa hendak menggelar pertemuan. Pertemuan itu rencananya akan dihadiri oleh camat Balaesang Tanjung. Namun, ternyata tanpa alasan jelas sang camat batal datang. Akhirnya warga pun marah dan mulai merusak lalu membakar fasilitas perusahaan.

Alat berat berupa eskavator dan stonewalls
Kapolsek Balaesang Tanjung Iptu Teguh Basuki mengatakan bahwa warga setempat sudah bertindak anarki. Mereka juga sempat melempari rumah eks Kepala Desa Burhan Lanusi. Eks kades ini dinilai pro penambangan.

"Sekarang situasi sudah aman terkendali. Warga sudah bisa kita tenangkan. Sementara warga yang diduga memicu aksi pembakaran itu belum bisa kami ketahui. Ini sementara dalam penyelidikan," ujar Teguh Basuki melalui sambungan telepon.

(trw/trw)


Berita Terkait