Aksi digelar, Senin (17/07/2012) sejak 11.30 WITA. Pada awalnya, massa hanya berorasi di tempat tersebut. Namun kemudian aksi memanas.
"Pemerintah tidak peduli pada aksi-aksi warga sebelumnya dan terus memberi peluang bagi perusahaan menambang emas di lahan-lahan perkebunan kami. Warga kehilangan kesabarannya sampai terjadi
peristiwa ini," kata Rustam, warga setempat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Alat berat berupa eskavator dan stonewalls
Kapolsek Balaesang Tanjung Iptu Teguh Basuki mengatakan bahwa warga setempat sudah bertindak anarki. Mereka juga sempat melempari rumah eks Kepala Desa Burhan Lanusi. Eks kades ini dinilai pro penambangan.
"Sekarang situasi sudah aman terkendali. Warga sudah bisa kita tenangkan. Sementara warga yang diduga memicu aksi pembakaran itu belum bisa kami ketahui. Ini sementara dalam penyelidikan," ujar Teguh Basuki melalui sambungan telepon.
(trw/trw)











































