Kalla Dialog dengan Pimpinan Gereja Se-RI di Papua

Kalla Dialog dengan Pimpinan Gereja Se-RI di Papua

- detikNews
Selasa, 24 Agu 2004 22:38 WIB
Papua - Cawapres Jusuf Kalla berdialog dengan pemimpin gereja seluruh Indonesia di Papua. Konflik agama dan Otonomi Khusus (otsus) jadi topik bahasan.Pertemuan berlangsung di Hotel Sentani Indah Jayapura Papua, Selasa (24/8/2004). Dalam pertemuan itu, wakil pemimpin gereja yang berasal dari Jawa, Sumatra, NTT, NTB, Maluku, Sulawesi dan Papua menyampaikan pokok-pokok keprihatinan dan harapan, serta mendengarkan visi dan misi capres SBY yang disampaikan Kalla.Pokok keprihatinan antara lain menyangkut bidang hukum, HAM, dan agama. Antara lain tidak pernah terselesaikannya konflik, yang terutama menyangkut agama.Sedangkan di bidang politik dan pemerintahan, mereka mengkritik tentang pelaksanaan otsus. Di mana banyak kebijakan ganda yang tumpang tindih antara UU dan peraturan yang berlaku. Namun tidak pernah diselesaikan pemerintahan sekarang.Mereka menyampaikan harapan agar pemerintahan yang akan datang melaksanakan supremasi sipil. Di mana TNI kembali ke fungsinya. Kemudian menghargai kemajemukan dengan tidak menjadikan Syariat Islam sebagai dasar negara, dan melaksanakan otsus yang menyeluruh. Termasuk dibentuknya kembali Majelis Rakyat Papua (MRP).Menanggapi hal itu, Kalla menuturkan, konflik antaragama dimulai karena ketidakadilan ekonomi dan politik. Permasalahan itu tidak instan, karena keadilan di bidang-bidang tersebut harus ditata lagi."Selain itu, konflik agama sulit selesai karena pihak-pihak seperti polisi dan TNI seringkali bersikap tidak netral. Di sini kami berharap pemuka agama dapat menghilangkan faktor agama tersebut," ujarnya.Mengenai Syariat Islam, menurut Kalla, banyak hal yang keliru tentang pengertiannya. "Syariah ini sebenarnya sudah berjalan selama 30 tahun, di mana kewajiban hanya berlaku bagi pemeluk agama Islam. Hukum Islam tentu tidak berlaku bagi orang beragama lain. Jadi sebenarnya, ini bukan hal yang perlu dikhawatirkan," katanya.Soal otsus, khususnya di Papua, menurut dia, harus dilaksanakan sebaik-baiknya sesuai dengan UU dan aspirasi masyarakat. "Apa yang sudah diputuskan, jangan dicederai. Sebagai orang KTI (kawasan timur Indonesia), saya sudah sepakat mengenai otsus ini dari dulu," ucapnya.Rohaniawan Romo Frans Magnis Suseno menilai pertemuan dialog tersebut sangat positif. "Di mana tujuannya untuk mendengarkan visi dan misi malam ini dengan Pak Kalla, dan besok pagi rencananya dengan Ibu Megawati," katanya.Mengenai pemerintahan yang sekarang, dia mengaku hanya mendengar kalau di Papua banyak yang kecewa, karena merasa janji yang diberikan belum dipenuhi. Terutama masalah otsus yang banyak diharapkan bisa menjadi jalan keluar."Mereka mengharapkan betul-betul agar suara mereka didengar dan aspirasi diperhatikan," ujar Magnis.Pertemuan ini menjurus kegiatan kampanye? "Saya tidak tahu. Tapi saya yakin tidak ke arah ke sana pertemuan ini terjadi. Yang mengambil sikap bukan lah Dewan Gereja yang hadir. Tetapi yang diharapkan mengambil sikap adalah para capres," kata Magnis.Sebelum menghadiri pertemuan di Papua, Kalla dari Jakarta singgah di Gorontalo. Dia menghadiri acara penganugerahan gelar adat Pulanga Tauwa Lodata kepada Bupati Gorontalo Achmad Hoesa Pakaya. (sss/)


Berita Terkait