"Sementara murni perampokan, untuk menakut-nakuti calon korban," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Mabes Polri Kombes Pol Boy Rafli Amar saat ditanya wartawan apakah pelaku teroris atau bukan.
Boy menyampaikan hal itu usai rapat lintas sektoral Operasi Ketupat 2012 di Ruang Rupatama, Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta Selatan, Selasa (17/7/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Berpura-pura bawa bahan peledak. Tidak ada bahan peledak di sana," ujarnya.
Sementara itu, ciri-ciri pelaku diketahui memiliki kulit putih, berambut ikal, pelaku mengenakan jaket hitam dan menutupi wajahnya dengan masker hitam.
"Tidak memakai helm. Naik motor. Saat ini masih dalam penyelidikan dan kita kembangkan," jelasnya.
Kantor kas BRI di RSUP dr Sardjito didatangi perampok, Senin (16/7), pukul 07.10 WIB. Perampok membawa kabur tas yang dipegang Sukamti, penanggung jawab kantor kas BRI. Tas itu berisi uang kurang lebih Rp 155 juta.
Setelah membawa kabur uang tersebut, perampok meninggalkan tas. Di dalam tas itu, ia sebut terdapat bom yang akan meledak. Tim Gegana pun tiba di lokasi dan mengecek benda mencurigakan di dalam tas itu. Benda itu diledakkan di rumah sakit dan dievakuasi ke Polda DIY.
(gus/ndr)










































