"Staf dari Konjen sudah berangkat ke Cincinnati. Sekarang sedang dalam perjalanan. Staf itu akan membantu saudara-saudara kita," kata juru bicara Kemlu, Michael Tene, saat dikonfirmasi detikcom, Selasa (17/7/2012).
KJRI sudah mendapat laporan bahwa ada 49 orang peserta paduan suara yang berada di sana. Mereka terlambat untuk ikut acara World Choire di Cincinnati. Mereka tiba pada saat hari penutupan.
"Sehingga mereka tidak bisa ikut," tuturnya.
Kemudian, mereka juga tidak bisa kembali ke San Francisco karena kehabisan dana. Mereka pun terdampar di Cincinnati, padahal seharusnya pesawat mereka terbang dari San Francisco ke Jakarta pada 20 Juli.
"Kita akan memberikan bantuan," tuturnya.
Diketahui, semula para mahasiswa Indonesia itu bermaksud mengikuti kejuaraan paduan suara dunia, World Choir Games di Cincinnati.
Namun mereka mengalami masalah dengan tiket dan keterlambatan di Jakarta sehingga baru tiba di Cincinnati hanya beberapa saat sebelum seremoni penutupan acara pada Sabtu, 14 Juli waktu setempat. Dengan kata lain, mereka baru tiba lebih dari sepekan dari jadwal mereka tampil pada 6 dan 7 Juli.
Akibatnya, ke-49 anggota paduan suara Gema Chandra tersebut batal mengikuti kejuaran dunia tersebut. Apesnya lagi, kini tiket pesawat yang telah mereka pesan dari Cincinnati ke San Francisco pun sudah tak berlaku lagi alias expired.
Semula kelompok tersebut telah memesan tiket pulang pergi Jakarta-San Francisco, namun dengan adanya keterlambatan di Jakarta tersebut, tiket itu pun expired. Kesialan bertubi-tubi bagi kelompok paduan suara ini. Bagaimana tidak, sudah gagal ikut lomba dunia, mereka pun tak punya uang untuk membeli tiket baru guna menerbangkan mereka kembali ke Indonesia dari San Francisco.
(ndr/nrl)











































