PPP Bantah Ada Pembangkang Keputusan Dukung Mega-Hasyim
Selasa, 24 Agu 2004 20:02 WIB
Jakarta - Ketua DPP PPP A Chozin Chumaidy membantah ada jajaran pengurus partainya yang membangkang keputusan mendukung pasangan Mega-Hasyim. Sebab keputusan tersebut merupakan hasil saringan dari aspirasi pengurus daerah."Kalau ada yang mengingkari keputusan tersebut, dengan alasan keputusan untuk Koalisi Kebangsaan itu sebagai langkah pragmatis tanpa melalui musyawarah yang matang dan bersifat mendadak, itu sama sekali tidak benar."Demikian tukas Chozin kepada wartawan di Gedung DPR/MPR jalan Gatot Soebroto Jakarta Pusat, Selasa (24/8/2004). Koalisi Kebangsaan merupakan gagasan 4 parpol untuk memenangkan Mega-Hasyim, yakni PDIP, Partai Golkar, PPP, dan PDS."Keputusan itu sudah diproses dari bawah, dan berlangsung lama sejak perolehan suara Hamzah-Agum dipastikan gagal masuk putaran kedua Pilpres 20 September 2004. Jadi tidak mendadak," ujarnya.Dijelaskan dia, Koalisi Kebangsaan yang dibangun tersebut didasari untuk membentuk pemerintahan yang kuat di eksekutif maupun legislatif. "Kalau tidak kuat di parlemen, kami khawatir keputusan dan kebijakan presiden terpilih nantinya akan menghadapi hambatan di DPR RI. Toh tidak mungkin di era multi partai sekarang ini, tidak melakukan koalisi," tuturnya.Ketika disinggung mengenai jumlah menteri yang ditawarkan, Chozin mengaku hal tersebut belum dibahas secara detil. "Koalisi itu bukan pertemuan arisan, melainkan koalisi partai. Karena itu pasti membicarakan kursi kabinet. Pasti itu. Setidak-tidaknya jatah menteri yang akan diberikan pada partai warga NU selama ini sebagai hak mutlaknya adalah Menteri Agama. Namun dalam koalisi itu pasti lebih dari itu. Mungkin ada sekitar empat menteri," demikian Chozin.
(sss/)











































