"Dalam putaran kedua kali ini, saatnya bagi pasangan kandidat Foke-Nara dan Jokowi-Ahok untuk meyakinkan masyarakat dan mulai melupakan kepentingan partai. Siapa yang mampu melakukan itu maka dialah yang menang," tutur pengamat politik dari LIPI, Siti Zuhro saat dihubungi, Senin (17/7/2012).
Menurut Siti, pada putaran kedua yang hanya mempertemukan dua pasangan calon, maka kandidat harus lebih fokus pada program-programnya yang menyentuh kepentingan rakyat banyak. Foke dan Jokowi juga dilihatnya dapat menonjolkan pencapaian mereka masing-masing.
"Selain itu jangan hanya melakukan pencitraan, harus ada upaya nyata untuk masyarakat. Kalau berani, buat kontrak politik dengan masyarakat," ujar Siti.
Usai pilkada putaran pertama pekan lalu, Foke yang merupakan Cagub Incumbent kembali pada kesibukannya memimpin Pemprov DKI. Sedangkan Jokowi yang masih aktif menjabat sebagai Walikota Solo, juga mulai kembali aktif memimpin kota terbesar nomor dua di Jawa Tengah itu. Situ Zuhro tidak melihat kondisi ini merugikan Jokowi.
"Saya pikir tidak. Karena toh Jokowi di putaran pertama kemarin dapat bolak-balik ke Jakarta dan berhasil," tutur Siti Zuhro.
(/riz)











































