Perampokan dengan modus menondongkan senjata api dan senjata tajam, bak sudah menjadi cara lazim bagi para bandit untuk berhasil menguras isi brankas yang ada di suatu bank. Teller Bank pasti ketakutan mendapat ancaman dengan dua senjata mematikan itu.
Perampokan yang terjadi di Bank BRI Cabang Gatsu Barat, Dalung, Kuta Utara, Bali misalnya. Pada insiden yang terjadi, pada Jumat (23/10/2011) silam ini, perampok datang ke Bank sekitar pukul 14.30 WITA.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dua bulan sebelumnya, di bulan Agustus di Medan terjadi perampokan Bank CIMB Niaga di Jalan Aksara yang membuat geger . Bagaimana tidak, pelaku perampokan yang berjumlah belasan orang tidak hanya menakut-nakuti, namun juga menembak anggota Brimob Polda Sumut Briptu Imanuel Simanjuntak yang bertugas menjaga bank tersebut.
Selain itu, perampok yang berjumlah belasan orang itu juga menembak dua anggota Satpam Bank CIMB Niaga, M Fahmi (27) dan Muchdiantoro (30) hingga mengalami luka serius dan dirawat di RS Permata Bunda dan RS Gleni Medan. Dalam aksi tersebut perampok berhasil membawa uang milik Bank CIMB Niaga senilai lebih kurang Rp400 juta. Polisi menyebut aksi para perampok ini terkait tindakan terorisme.
Dan, modus perampokan baru muncul pada Senin (16/7/2012) kemarin di kantor kas BRI di wilayah Yogyakarta. Perampok yang hanya sendirian saja mengancam akan meledakkan bom dalam tas yang mereka bawa. Petugas Bank tentu saja ketakutan dengan ancaman itu, karena bukan hanya membahayakan nyawanya saja namun juga seluruh nasabah yang ada di bangunan tersebut.
Meski sendirian, si perampok pun berhasil menggasak uang tunai Rp 155 juta berkat modusnya itu.Tas yang ia akui sebagai bom itu ditinggalkan di tempat kejadian.
Oleh polisi, tas itu kemudian diledakkan di tong khusus milik Gegana. Ledakan sempat merusak eternit kantor kas BRI tersebut. Hingga kini, polisi masih menyelidiki kasus tersebut.
"Kasus seperti ini baru pertama kali terjadi di wilayah DIY. Sebelumnya kasus perampokan di Bank BRI yang dulu hanya mengancam saja. Sekarang benar-benar pakai bom," kata Direktur Kriminal Khusus Polda DIY Kombes Pol Kris Erlangga kepada wartawan di Mapolda DIY di Ringroad Utara, Sleman.
(/riz)










































