Mengangkat tema Arts and Culture for Everlasting Friendship, Indonesia Channel dibuka secara resmi oleh Wakil Menlu RI Duta Besar Wardana dengan pesan agar 65 peserta terus menjadi sahabat Indonesia.
Sebelumnya Dirjen Informasi dan Diplomasi Publik Kemlu RI Duta Besar A.M. Fachir menyampaikan laporan pelaksanaan BSBI dan dilanjutkan sambutan selamat datang dari Walikota Solo Joko Widodo.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Program BSBI Future Faith Leaders ini merupakan implementasi dari Semarang Plan of Action, yang disepakati dalam Regional Interfaith Dialogue ke-6 di Semarang pada Maret 2012," tulis Kasubdit Sosial Budaya Direktorat Diplomasi Publik Kemlu Azis Nurwahyudi kepada detikcom melalui surat elektronik, Senin (16/7/2012).
Dalam acara Indonesia Channelyang berlangsung di Alun-alun Pamedan, Mangkunegaran, Solo (14/7/2012) itu, ke-65 peserta unjuk kebolehan hasil mereka belajar selama mengikuti program BSBI di Indonesia.
Dimulai dengan konser bersama Gempita Kidung Katulistiwa, disusul Tari Pawiro Tamtomo, Tari Soblak (Solo), Jaipong Tokecang, Pencaksilat (Bandung), Tari Kapasar, Aronda (Surabaya), Tari Sekar Jagad, Satya Brasta (Bali) dan Tari ASeRe (Makassar).
Mereka juga memainkan musik tradisional dari berbagai daerah seperti angklung, gamelan Bali dan Solo, gendang kecapi Makassar, dengan lagu-lagu Gambang Suling sampai lagu popular Love is You dari Cherry Belle dengan irama Arumba.
Sementara 15 orang Indonesia Channel tampil dengan Pencak Silat yang sebelumnya telah dipelajari oleh mereka di Yogyakarta.
Selama tiga bulan sejak awal April 2012, para peserta BSBI Reguler belajar tari dan musik tradisional, Bahasa Indonesia dan kearifan lokal di lima sanggar seni, yaitu Sanggar Soeryo Soemirat Solo, Saung Angklung Mang Udjo Bandung, Sanggar Tydif Surabaya, Sanggar Smarandana Denpasar, dan Rumah Budaya Rumata di Makassar.
Sedangkan para peserta BSBI Kekhususan belajar tentang keanekaragaman agama di Indonesia selama 7 pekan melalui diskusi dengan pemuka agama, generasi muda, pelajar, mahasiswa, dan LSM.
Mereka juga melakukan kunjungan ke rumah-rumah ibadah berbagai agama di beberapa kota. Kegiatan BSBI Kekhususan ini diselenggarakan bekerjasama dengan Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta.
Bagi Kemlu RI, program BSBI ini merupakan salah satu soft power diplomacy untuk meningkatkan hubungan bilateral dengan negara-negara peserta. Diharapkan dengan program ini akan tercipta jaringan sahabat Indonesia di luar negeri.
Selama satu dasawarsa sejak 2003, Kemlu RI telah memberikan beasiswa BSBI kepada 449 pemuda dan mahasiswa dari 50 negara. Para alumninya di berbagai negara hingga saat ini masih terus aktif membantu promosi Indonesia.
Mulai 2012 ini, kegiatan BSBI Reguler dikembangkan ke Indonesia Bagian Timur , bekerjasama dengan Rumah Budaya Rumata di Makassar. Negara peserta juga bertambah, yakni Serbia.
Diharapkan pada tahun-tahun mendatang kegiatan BSBI ini dapat dikembangkan baik dari jumlah peserta maupun sanggar tempat belajar. Selain para pemuda dari berbagai negara, pada tahun ini terdapat 8 pemuda Indonesia yang menjadi peserta BSBI Reguler dan Kekhususan.
Rennie Roos peserta dari Belanda menyampaikan kesannya sangat baik dan merasa kerasan tinggal di Indonesia. Rennie yang belajar di Surabaya merasa sedih harus berpisah dengan teman-temannya.
Begitu pula dengan Randall Tjokrodimejo, yang berasal dari Suriname dan belajar di Solo, terlihat menangis sedih ketika menyadari bahwa dia harus segera kembali ke tanah airnya.
Sementara Kristyna Arifinova dari Republik Ceko berjanji akan kembali lagi ke Indonesia yang baginya merupakan tanah air kedua. Kristyna yang berdarah campuran Indonesia ingin terus belajar kebudayaan Indonesia agar tidak lupa dengan budaya nenek moyangnya. (es/es)











































