Taksi Porsche di Bangkok
|
|
Kemunculan taksi di luar standar itu memicu kehebohan di kalangan pengguna jalan. Wajah penuh takjub dan kaget itulah yang diabadikan oleh si pembuat iklan. Orang-orang spontan mengeluarkan telepon seluler atau kamera digitalnya, dan, jepret! Jepret!
Di dalam mobil seorang pengemudi yang mengenakan kemeja biru menghampiri orang-orang yang tertarik menaiki mobil itu. "Hei Anda ingin naik taksi, ayo masuk," tawar pengemudi berbaju biru itu seperti terekam dari kamera yang diletakkan di dashboard mobil.
Kemudian di dalam mobil, seorang perempuan tampak mengambil gadget dari dashboard, lalu membolak-baliknya. Oh, rupanya gadget itulah yang akan dipromosikan oleh Porsche itu.
Di akhir video yang berdurasi 6.07 menit itu, ditutup dengan logo iklan ponsel pabrikan Korsel yang diluncurkan yaitu Samsung Galaxy II.
Taksi Ferrari dan Porsche di Meksiko
|
|
Taksi di Guadalajara, Meksiko, biasanya menggunakan Nissan Sentra/Tsur. Pada November 2011, tampak taksi Porsche Panamera dan Ferrari F430 Spider berwarna kuning melayani penumpang. Taksi itu ada yang hanya bisa membawa 1 penumpang dengan kap terbuka sehingga sopir harus memakai helm dan ada juga yang bisa menampung 4 penumpang. Taksi mewah ini memakai perlengkapan legal khas taksi.
Sama seperti insiden di Bangkok, kemunculan taksi di luar pakem ini membuat orang terpana, kagum dan tak lupa mengeluarkan ponselnya untuk memotret. Orang-orang yang berkesempatan menumpang supercar itu tampak bergairah menikmati kencangnya mobil.
Taksi dari mobil berharga miliaran rupiah itu ternyata merupakan iklan dari permen karet Trident yang mengeluarkan varian terbarunya, Twist.
Taksi Ferrari dan Porsche di Jakarta
|
dok MM Cab
|
Kehadiran supercar itu menarik perhatian, sebagaimana yang terjadi di Bangkok dan Guadalajara, setidaknya lewat twitter.
Jumat sore, Dishub DKI Jakarta mengaku tidak pernah mengeluarkan izin operasi taksi yang menggunakan Ferrari dan Porsche. Hal ini memicu dugaan bahwa kedua mobil itu hanyalah trik promosi produk tertentu saja.
Hari Sabtu (14/7) Dishub mengaku telah berhasil menemukan taksi itu dan memberi teguran karena melanggar aturan. Untuk selanjutnya, mobil yang menurut Dishub digunakan untuk keperluan "syuting iklan" itu dilarang beroperasi dengan memakai aksesoris berupa pelat kuning dan sign taksi.
Untuk iklan apakah kedua taksi kuning tersebut? Santer beredar itu bagian dari advertising sebuah produk perbankan.
Halaman 2 dari 4











































