1. Florence, Italia
|
(dok Zuma Press-mnn.com)
|
Dengan bangunan-bangunan bergaya Rennaisance, di antara jalanan-jalanan sempit beralaskan bebatuan besar, lapangan terbuka yang lebar dan jembatan-jembatan tua yang membentang di atas Sungai Arno menyuguhkan pemandangan bak nirwana bagi para pejalan kaki. Apalagi, tidak menghirup asap knalpot kendaraan bermotor.
2. Venesia, Italia
|
(dok flickr-mnn.com)
|
Warga kota ini sudah mempertahankan kondisinya selama berabad-abad tahun lalu, bepergian dengan kapal dan berjalan kaki. Dengan berjalan kaki, Anda bisa menjangkau lapangan (piazza) yang tersembunyi, juga mungkin menemukan toko dan restoran yahud namun belum terlalu dikenal.
3. New York City, Amerika Serikat (AS)
|
(dok flickr-mnn.com)
|
Ukuran trotoar yang lebar, jaringan transportasi massal seperti kereta bawah tanah alias subway cukup memadai. Coba saja berjalan-jalan di Times Square yang dipenuhi panggung teater Broadway dan butik-butik mahal. Semua itu bisa dijangkau dengan berjalan kaki.
Satu lagi, penamaan jalan di New York sangat sistematis dan logis, membentuk deretan blok-blok yang mudah sekali disusuri. Biasanya menamakan jalan dengan angka dan arah mata angin. Misalnya, 5th Avenue yang terkenal itu, merupakan rangkaian nama jalan berurutan dari 1st Avenue. Bila letaknya di timur, tinggal menambah kata East, seperti East 27th Street dan seterusnya.
Jadi sangat sulit tersesat di New York City walaupun Anda tidak membawa peta.
4. Paris, Prancis
|
(dok Zuma Press-mnn.com)
|
Jaringan kereta Metro Paris yang terkenal membuat para pejalan kaki bisa menjangkau tempat-tempat sekitar Paris dengan terjangkau, tanpa menaiki taksi, yang di mana-mana terkenal memakan biaya itu.
5. Barcelona, Spanyol
|
(dok Zuma Press-mnn.com)
|
Dari kawasan La Rambla, para pejalan kaki bisa melanjutkan ke kawasan boulevard pelabuhan kemudian ke Plaza Catalunya, alun-alun pusat kota. Dari La Rambla juga hanya selangkah dari Gothic Quarter, di mana para pejalan kaki bisa menikmati gereja-gereja bergaya gotik dari abad pertengahan.
6. Hong Kong
|
(dok flickr-mnn.com)
|
Dengan jalan-jalan yang direncanakan dengan baik, perempatan lampu merah dan tempat menyeberang jalan yang representatif, rambu-rambu petunjuk jalan, dan trotoar yang lebar memuat banyak pejalan kaki berjalan dengan nyaman dan aman.
Ditambah dengan sistem transportasi yang terkenal salah satu yang terbaik di dunia, memungkinkan warga Hong Kong bisa tinggal di daerah-daerah yang bebas mobil. Sistem transportasi seperti bus, kapal feri dan subway bisa menjangkau hingga pelosok-pelosok Hong Kong.
7. Melbourne, Australia
|
Webb Bridge (flickr-mnn.com)
|
Para pejalan kaki bisa menikmati atmosfer urban secara langsung daripada menikmatinya dari atas taksi atau bus tur. Seberangi Sungai Yarra dari Jembatan Webb yang dikhususkan bagi pejalan kaki, berjalan kakilah ke mana-mana hingga jauh, dan itu merupakan cara terbaik merasakan denyut kehidupan Kota Melbourne.
Halaman 2 dari 8











































