Selama satu tahun terakhir, kantor kas BRI di wilayah Yogyakarta sudah tiga kali dirampok. Dua diantaranya dengan ancaman bom. Satu kasus lagi, perampok langsung menodongkan senjata pistol ke arah teller.
Kasus pertama terjadi di kantor kas BRI kampus Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa (STPMD) di Jl Tut Harsono pada tanggal 24 Agustus 2011. Perampok yang hanya seorang diri itu menggondol uang tunai Rp 167 juta.
Perampok yang hanya membawa bungkusan plastik warna hitam itu mengancam teller akan meledakkan bom. Namun bom itu tidak diledakkan setelah ia berhasil membawa kabur uang Rp 167 juta itu.
Kasus kedua, terulang lagi di kantor Kas BRI STPMD empat bulan kemudian pada tanggal 30 Desember 2011 pukul 12.15 WIB. Perampok yang hanya seorang diri bersenjata pistol mengenakan helm hitam, jaket gelap dan kain penutup warna putih itu berhasil menggasak uang tunai sebesar Rp 115 juta setelah mengancam dua orang karyawati bank.
Kasus ketiga menimpa kantor kas BRI di kompleks RS Sardjito hari ini, Senin (16/7/2012). Perampok menggasak uang tunai Rp 155 juta dan benar-benar mengancam dengan 'bom asli' berdaya ledak rendah.
"Kasus seperti ini baru pertama kali terjadi di wilayah DIY. Sebelumnya kasus perampokan di Bank BRI yang dulu hanya mengancam saja. Sekarang benar-benar pakai bom," kata Direktur Kriminal Khusus Polda DIY Kombes Pol Kris Erlangga kepada wartawan di Mapolda DIY di Ringroad Utara, Sleman.
Kris mengatakan saat ini tim Reskrim masih menyelidiki. Petugas juga tengah memeriksa rekaman CCTV yang ada di dalam kantor kas BRI.
"Diperkirakan pelaku hanya satu orang. Saat ini kami masih mengumpulkan data dan pengejaran," katanya.
Sementara itu, Kabid Humas Polda DIY, AKBP Ani Pudjiastuti menambahkan pihaknya meminta masyarakat, instansi termasuk kantor-kantor bank untuk meningkatkan pengawasan di lingkungan sekitar.
"Kami akan tingkatkan patroli rutin di tempat-tempat yang rawan tindak kejahatan selama 24 jam penuh," tutup Ani.
Perampokan terjadi di kantor kas BRI RS dr Sardjito sekitar pukul 07.10 WIB. Penanggung jawab kantor kas, Sukamti, diancam seorang yang mengenakan syal sesaat setelah tiba di kantor. Jika tidak menyerahkan tas, maka bom akan diledakkan. Setelah berhasil merebut tas Sukamti yang berisi Rp 155 juta, pelaku kabur dan meninggalkan tas yang ia akui sebagai bom.
Oleh polisi, tas itu kemudian diledakkan di tong khusus milik Gegana. Ledakan sempat merusak eternit kantor kas BRI tersebut. Hingga kini, polisi masih menyelidiki kasus tersebut.
(bgk/trw)











































