Direktur Umum dan Operasional RSUP dr Sardjito, dr Rohman Arif menyatakan, kondisi maupun pelayanan medis sejauh ini, normal. Tidak ada kayawan yang jadi korban atau evakuasi pasien.
"Semua normal. Kami serahkan pengusutannya ke polisi," kata Rohman di RSUP dr Sardjito, Jl Kesehatan, Sekip, Senin (16/7/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rohman juga menjelaskan kronologi kejadian tersebut. Menurut dia, satu jam setelah kejadian, sekitar pukul 08.30 WIB, Gegana Brimob Polda DIY datang dan mengamankan lokasi. Kemudian mereka meledakkan bom milik perampok sekitar pukul 10.45 WIB.
"Beberapa pecahan kaca sengaja belum dibersihkan, menunggu konfirmasi dari polisi," jelasnya.
Sementara, di tempat terpisah, Kapolres Sleman AKBP Hery Sutriman menyatakan, polisi masih menyelidiki kejadian tersebut. Untuk pemeriksaan bom, pihaknya menyerahkan ke Brimob Polda DIY. Sedangkan penanganan kasusnya ditangani Polres Sleman.
"Kami masih menyelidiki, masih fokus pemeriksaan TKP (Tempat Kejadian Perkara) dan saksi," jelasnya.
Selain kantor kas BRI RSUP dr Sardjito, hari ini perampokan juga terjadi di Akademi Teknologi Kulit (ATK), Sewon, Bantul. Di tempat yang jauh dari permukiman penduduk ini, perampok yang diperkirakan berjumlah 6 orang, membawa kabur uang tunai Rp 200 juta, Senin (16/7) dini hari. Kasus ini ditangani Polres Bantul.
(trw/nrl)










































