"Jadi terkait putaran kedua Pilgub DKI PAN masih mengkaji mendalam. Dan memperlajari fenomena semua hasil survei meleset semua. Lembaga survei itu kan yang sudah selama ini dikenal masyarakat," kata Sekjen PAN Taufik Kurniawan kepada detikcom, Senin (16/7/2012).
Yang menarik adalah Jokowi sebagai tokoh daerah muncul dan memenangkan putaran pertama Pilgub DKI. Tren semacam ini perlu dikaji mendalam sebagai peralihan pilihan rakyat terhadap aliran parpol ke figur.
"Sebenarnya fenomena Jokowi ini sudah terlihat bagaimana pemilu 2004 lalu masyarakat sudah melihat transisi politik aliran ke politik figur. Rakyat tidak melihat dulunya mantan menteri atau pun mantan presiden. Rakyat tidak melihat siapa kita tetapi apa yang kita berikan kepada mereka," kata Taufik.
Karena itu PAN benar-benar mengkaji fenomena Jokowi. Sebagai tokoh daerah yang muncul dan diterima rakyat. Hal semacam ini akan dianalisis sebagai persiapan menuju pileg dan pilpres.
"Fenomena Jokowi menjadi analisis PAN. Ini untuk Pileg dan Pilpres ini menjadi realitas yang harus dicermati. Jadi bukan kalah atau menang, kita tidak melihat Pak Jokowi sebagai kompetitor tapi tokoh yang berhasil menarik simpati masyarakat. Kemudian menepis semua prediksi yang dilakukan lembaga survei," kata Taufik.
Kemunculan Jokowi memang mengejutkan hampir semua lembaga survei. Karena tak ada yang memprediksi Jokowi akan memenangkan putaran pertama Pilgub DKI.
"Menyikapi tidak semata-mata hasil survei itu benar. Tidak semata-mata opini masyarakat bisa digiring-giring oleh lembaga survei. Survei yang paling tepat ya survei yang dilakukan oleh internal Parpol. Karena ada lembaga survei yang independen tapi ada yang terang-terangan berafiliasi dengan parpol," katanya.
Pada akhirnya hasil analisis akan diberikan kepada Ketua Umum PAN Hatta Rajasa. Sikap resmi PAN akan diputusankan Hatta.
"Hasil analisis itu kita serahkan kepada ketua umum untuk diambil keputusan. Untuk menyikapi fenomena keterwakilan figur menjadi opini yang kuat. Kesimpulan terakhir, segala kemungkinan di PAN masih bisa terjadi. Kita serahkan ke ketua umum. Setelah analisis, baik untuk pilgub DKI ataupun jangka menengah, jangka panjang di 2014. Kita menyerahkan kepada ketua umum untuk melukan ijtihad politik,"pungkasnya.
(van/mad)











































