Sekjen PAN: Foke Perlu Lebih Egaliter

Sekjen PAN: Foke Perlu Lebih Egaliter

- detikNews
Senin, 16 Jul 2012 11:22 WIB
 Sekjen PAN: Foke Perlu Lebih Egaliter
Jakarta - Partai Amanat Nasional (PAN) belum menentukan sikap di putaran kedua Pilgub DKI. Namun jika PAN masih mendukung Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli maka keduanya harus benar-benar merakyat.

"Dalam putaran kedua Pilgub DKI kalau pun kita tetap mendukung Foke, saya dan kawan-kawan merekomendasikan ada perubahan sikap Foke kepada masyarakat. Jangan elitis tapi mendekatkan diri kepada masyarakat," kata Sekjen PAN Taufik Kurniawan, kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (16/7/2012).

Dia menyarankan Foke lebih mendekatkan diri ke masyarakat karena masyarakat membutuhkan figur yang bisa mengayomi masyarakat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau perlu jangan memakai jas waktu turun ke masyarakat, tidak perlu membawa Patwal karena menciptakan kepongahan sendiri. Foke harus bisa terjun langsung ke masyarakat. Karena rakyat semakin cerdas dan semakin banyak berharap. Jangan terkesan elitis tetapi harus egaliter. Jangan memberatkan kepada agenda seremonial tapi berinteraksi di masyarakat," sarannya.

PAN akan terus melakukan analisis internal menyangkut pola pilihan rakyat terhadap Pilgub DKI yang ternyata mengerucut pada fogur bukan lagi parpol yang mengusung.

"Artinya ke depan barangkali harus ada transformasi opini rakyat terhadap pematangan demokrasi yang lebih melihat pada figur atau pun kerja keras setiap calon yang dipilih rakyat. Di sinilah PAN sedang memberikan analisis-analisis secara internal. Yang sungguh pun sebelum putaran pertama PAN sudah mengingatkan siapa pun yang didukung parpol harus diingat bahwa saat sekarang ini rakyat akan memilih calon figur apa pun sudah tidak melihat siapa incumbent atau bukan incumbent," kata Taufik.

Menurut Taufik, cagub DKI harus paham betul, masyarakat tak memperhatikan posisinya saat ini. Tapi semangat dan perjuangannya membela kepentingan rakyat.

"Artinya dalam pilkada yang kebetulan ada incumbentnya di mana rakyat sudah melihat figurnya tidak hanya parpolnya saja. Tentunya incumbent harus melepas segala protokol dia, artinya melepas posisi dia sebagai kepala daerah incumbent di masyarakat. Kalau itu yang ditonjolkan di masyarakat barangkali menjadi hal berat. Rakyat tidak melihat jabatan di masyarakat tapi bagaimana figur yang didudukung bisa mewakili harapan masyarakat," pungkasnya.

(van/aan)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads