Pilihan ini dianggap paling rasional karena pemilih lebih mementingkan figur dibanding partai pengusung. "Sepertinya kebanyakan pasangan akan merapat ke Jokowi," kata Effend usai sarasehan budaya Komisi Anti Kekerasan Indonesia di Hotel Sahid, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Minggu (15/7/2012) malam.
Namun, koalisi di putaran kedua, sebut Effendi sulit ditebak. Peralihan suara ke Jokowi paling besar berasal dari pasangan Faisal Basri dan Biem Benyamin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Effendi menambahkan, bahwa penentu suara kemenangan Jokowi, bukanlah karena partai pendukung melainkan figurnya.
(rvk/fdn)











































