"Dari 192.433 koperasi yang tersebar di Indonesia, 20 persen diantaranya saat ini dalam kondisi mati suri. Namun kondisi tersebut tidak banyak mempengaruhi pertumbuhan perekonomian secara nasional," ujar Syarif Hasan saat menghadir International Islamic Financial Inclusion Summit (IIFIS) di Solo, Minggu (15/7/2012).
Menurut Syarif, Terlepas dari kondisi tersebut, ada kondisi lain yang cukup menggembirakan. Hal itu adalah menjamurnya koperasi berbasis syariah yang tumbuh pesat dalam kurun waktu 2 hingga 3 tahun terakhir. Bahkan ada kecenderungan koperasi syariah menjadi primadona bagi pergerakan koperasi di Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tidak hanya di wilayah bagian barat Indonesia saja, tetapi juga di wilayah-wilayah timur Indonesia, termasuk pedalaman Papua dan Maluku. Hal itu sangat membantu berkembangannya ekonomi di daerah pedalaman Indonesia Timur yang secara makro masih sangat perlu mendapatkan perhatian serius dari Pemerintah. Terutama wilayah NTT, Papua dan Papua Barat, karena karakter wilayahnya yang sangat berbeda," beber Syarif.
(mbr/asp)











































