Mendagri Hina Rakyat Kampar

Jika Jefri Noer Bupati Lagi

Mendagri Hina Rakyat Kampar

- detikNews
Selasa, 24 Agu 2004 16:50 WIB
Pekanbaru - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Hari Sabarno dikabarkan akan mengaktifkan kembali Jefri Noer sebagai Bupati Kampar. Rencana itu dinilai salah satu bentuk arogansi pemerintah pusat terhadap daerah."Sikap Mendagri yang akan mengaktifkan kembali Jefri Noer merupakan bentuk ketololan Hari Sabarno. Mestinya dia bukan mengaktifkan, tapi Jefri Noer harus sudah dipecat sejak awal ketika DPRD Kampar merekomendasi pemberhentiannya," kata anggota Dewan Pertimbangan Otonomi Daerah (DPOD) asal Riau, Prof Dr Tabrani Rab kepada detikcom, Selasa (24/8/2004) saat ditemui di kediamannya, Jl Pattimura, kawasan Gobah, Pekanbaru.Menurut Tabrani, bila Mendagri benar-benar akan mengaktifkan kembali Jefri Noer, hal itu bakal memicu keresahan masyarakat dan menimbulkan instabilitas pemerintahan di Kabupaten Kampar. "Itu merupakan penghinaan terhadap rakyat Kampar. Bahkan, keputusan keliru tersebut akan membangkitkan luka lama rakyat," tandas Tabrani.Menurut Tabrani, DPRD Kampar merekomendasi pemberhentian Jefri Noer sudah melalui mekanisme yang benar. Mestinya, Mendagri mendengarkan aspirasi masyarakat Kampar melalaui lembaga resmi dewan tersebut, bukan malah memaksakan kehendak pemerintah pusat untuk mengaktifkan kembali Jefri Noer. "Ini sudah salah kaprah," tegas Tabrani.Jika Mendagri ngotot akan mengaktifkan Jefri, maka Mendagri telah merusak citra Presiden Megawati Soekarnoputri, terlebih menjelang pilpres putaran kedua ini. Selain itu, dalam mengambil keputusan terhadap Jefri Noer, menurut Tabrani, selama ini Mendagri tidak pernah melakukan konsultasi kepada DPOD."Semestinya dalam mengambil keputusan itu Mendagri harus mengkonsultasikan kepada DPOD. Tapi jangankan mau berkonsultasi, sejak Hari Sabarno memangku jabatan Mendagri, DPOD sendiri menjadi lembaga hidup segan mati tak mau. Tidak ada aktivitas apa pun di DPOD," urai Tabrani."Hari Sabarno sesuka hatinya mengambil keputusan tentang kebijakan di daerah tanpa berkonsultasi ke DPOD. Itu makanya saya tegaskan dia itu tolol. Kalau Hari Sabarno merasa keberantan saya sebut menteri yang tolol, silakan dia gugat saya," tantang Tabrani.Menyinggung sikap Gubernur Riau, Rusli Zainal, dalam masalah ini, menurut Tabrani, gubernur saat ini dalam posisi yang serba salah dan bakal tidak memiliki sikap. Artinya, apabila Jefri diaktifkan kembali, gubernur tidak mampu menolaknya. Ini disebabkan Peraturan Pemerintah (PP) No 108, menjelaskan bahwa dalam sewaktu-waktu presiden bisa memberhentikan seorang gubernur."Akibat dari PP 108 itulah, makanya saya katakan, gubernur tidak akan berani membantah apa pun keputusan dari pemerintah pusat soal Jefri Noer nanti. Sudah saatnya PP 108 itu segera direvisi. Karena pengangkatan seorang gubernur melalui mekanisme di DPRD setempat," kata Tabrani.ResahSementara itu, dengan mencuatnya Jefri Noer akan aktif, sejumlah masyarakat di Kabupaten Kampar Riau, kembali menunjukan sikap resahnya. Kini lintas tokoh masyarakat di Kampar, sedang berkumpul dalam membahas seputar pernyataan Mendagri yang akan mengaktifkan Jefri Noer tersebut.Dari pertemuan lintas tokoh tersebut, disepakati sore ini mereka akan berangkat ke Jakarta untuk bertemu dengan Mendagri. "Sejumlah tokoh masyarakat di Kampar hari ini berangkat ke Jakarta untuk menemui Mendagri. Kami sudah mendapat kepastian akan diterima Sekjen Depdagri di Jakarta besok," kata Mawardi salah seorang tokoh di Kampar. (nrl/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads