Parade Seni Budaya Jateng, Kontingen Semarang Ditegur Panitia

Parade Seni Budaya Jateng, Kontingen Semarang Ditegur Panitia

- detikNews
Sabtu, 14 Jul 2012 23:34 WIB
Parade Seni Budaya Jateng, Kontingen Semarang Ditegur Panitia
Semarang - Ribuan orang di Semarang malam ini memadati Jalan Pahlawan, Semarang. Tempat yang biasa dipenuhi berbagai komunitas tersebut, kali ini dijadikan panggung besar parade seni budaya dari berbagai daerah di Jawa Tengah.

Acara dibuka di depan gedung Gubernur Jateng dengan tarian Presean yang dipersembahkan oleh sanggar Singasari Puyung, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Tarian berupa permainan dengan pemukul dari rotan dan tameng dilapisi kulit kambing tersebut dibawakan dengan sempurna di depan Gubernur Jateng dan pejabat-pejabat lainnya.

"Acara ini terselenggara untuk membina dan melestarikan budaya daerah agar menjadi tuan di tanah sendiri serta membangun seni budaya yang berkualitas," kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah, Prasetyo Aribowo dalam pembukaan Parade Seni Budaya Memperingati Hari Jadi Provinsi Jateng ke-62 di jalan Pahlawan, Semarang, Sabtu (14/7/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pembukaan yang dilakukan juga ditandai dengan pemukulan tenor drum oleh Gubernur Jateng, Bibit Waluyo. Selanjutnya penampilan dari 35 kontingen dari Kabupaten/Kota di Jawa Tengah pun dimulai dengan disaksikan oleh lima juri yang berada di tiga titik sepanjang jalan Pahlawan.

"Selain itu untuk memperingati hari Kemerdekaan RI ke-67 Visit Jateng Year 2013. Semoga Visit Jateng Year bisa berhasil," ungkap Bibit.

Para peserta membawakan kesenian dari masing-masing daerahnya dengan apik untuk menarik perhatian para juri, bahkan saking semangatnya, kontingen dari Semarang sempat mendapat teguran dari panitia saat membawakan tarian Warak Ngendhog karena melibihi waktu pentas yang sudah ditentukan.

"Ya untuk Semarang waktu 3 menit sudah habis, masih ada titik berikutnya untuk penampilan," ujar panitia.

Seni tarian dari tiap kontingen dibawakan oleh 60 hingga 90 seniman. Salah satu seniman cilik, Angger, yang berasal dari Surakarta mengaku senang membawakan tarian Sura dari daerahnya tersebut. "Capek tapi seneng," katanya.

Tidak hanya penonton dari Semarang, bahkan beberapa penonton dari mancanegara pun tampak sangat antusias menyaksikan pentas seni tersebut. Jule, wanita asal Jerman mengaku terpukau menyaksikan keanekaragaman budaya dan respon warga yang menyaksikan acara.

"Di negara saya ada acara serupa bernama Fasohing. Tapi bagus di sini, orang-orangnya murah senyum," tutur Jule dalam bahasa Inggris.

"Saya baru sadar di Jawa Tengah saja banyak sekali kebudayaan, apalagi seluruh Indonesia," timpal penonton lainnya, Ilya Akatop, mahasiswa Universitas Diponegoro Semarang.

(alg/trq)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads