Akibat kejadian ini jalur koridor 6 dialihkan via Pasar Minggu. Salah satu penumpang Syamsi (39) mengaku awalnya dia akan menggunakan TransJ arah Ragunan, tapi karena dialihkan Syamsi terpaksa minta dijemput suaminya.
"Ada pengalihan rute jadi susah kan ya biasanya saya turun di Warung Jati kalau ini harus muter lagi, selain itu nunggunya juga lama. Jadi mau ngga mau janjian sama suami disini," kata syamsi kepada wartawan di halte Dukuh Atas, Jumat, (13/07/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita tidak tahu pihak yang mana yang salah, kadang-kadang kan buswaynya sudah hati-hati pengguna jalannya tidak, atau sebaliknya. Jadi memang harus kerjasama lah," ujar Syam.
Dikesempatan yang sama Ega (27) pengguna jasa TransJ mengatakan, dirinya sering mendapati supir TransJ yang menyetir dengan ugal-ugalan.
"Supirnya suka ngga beres, nyetirnya ngga bagus ngeremnya itu sembarangan," kata Ega.
Ega yang rumahnya di daerah Rawamangun ini setiap hari menggunakan TransJ untuk berangkat ke kantornya di daerah Thamrin.
Sementara itu Neno (23) seorang karyawan swasta ini biasa naik TransJ dari Rawamangun menuju kantornya di Thamrin. Menurutnya koridor 6 memang sering terjadi kecelakaan.
"Di koridor 6 sering yah kecelakaan," ujar Neno.
Neno menceritakan pengalamannya naik TransJ dengan supir yang cara menyetirnya beda-beda. "Ada yang enak bawanya ada yang ugal-ugalan," kata Neno.
Neno menambahkan, dirinya belum merasa puas dengen pelayanan TransJ. Masih banyak yang perlu diperbaiki agar pelayanan kepada penumpang bisa maksimal. "Misalnya onboard," saran Neno.
(mpr/mpr)











































