Capres Alternatif Muncul Bila Media Memberi Ruang

Capres Alternatif Muncul Bila Media Memberi Ruang

- detikNews
Jumat, 13 Jul 2012 13:44 WIB
Capres Alternatif Muncul Bila Media Memberi Ruang
Jakarta - Jelang pemilu presiden 2014, beberapa partai politik telah mengisyaratkan mengusung bakal capres tertentu. Namun, yang muncul lebih banyak sosok lama. Mungkinkah ada sosok alternatif nanti di Pemilu 2014?

"Jangan mau memilih calon presiden sodoran partai politik, tapi kita paksa mereka (parpol) memilih calon pilihan rakyat," ujar CEO Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), Grace Natalie, usai diskusi 'Sosok Alternatif Calon Presiden' di gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Jumat (13/7/2012).

Menurutnya, kriteria pemimpin yang pertama adalah kepercayaan, karena rakyat membutuhkan kepercayaan dari seorang pemimpin. Sementara faktor ketegasan, lanjut dia, hanya berada di posisi kedua.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam banyak penelitian, kata dia, faktor ketegasan hanya meraih belasan persen saja. Faktor kepintaran justru berada di posisi paling kecil. "Kita bicara data saja. 60 Persen rakyat mau dipimpin oleh orang yang bisa dipercaya," jelasnya.

Mantan presenter salah satu stasiun televisi swasta ini mengatakan sosok capres alternatif bisa muncul dari kalangan mana saja. Namun sosok capres alternatif pilihan rakyat ini, lanjut Grace, hanya bisa muncul ke publik jika media memberi ruang yang luas. Karena tidak mungkin seseorang bisa dipilih rakyat jika tidak dikenal sebelumnya.

Menurutnya, sejumlah tokoh nasional seperti Sri Sultan Hamengkubuwono X, Puan Maharani, Dahlan Iskan, Surya Paloh, dan Hary Tanoe belum dapat mengalahkan popularitas sejumlah tokoh politik lainnya yang sudah dikenal karena dukungan yang luas dari media.

"Nah, mereka ini masih belum bisa mengalahkan calon-calon yang sudah dikenal. Sosok alternatif kalau media menjadikan dia isu nasional atau membuat mereka jadi terkenal. Kan rakyat bisa tahu apa kepempinan mereka, apa tindakan mereka kalau media memberi ruang," tuturnya.

(rmd/mad)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads