AS Dituding Cari-cari Alasan Untuk Menindak Iran
Selasa, 24 Agu 2004 12:01 WIB
Jakarta - Ketegangan Amerika Serikat dan Iran menyangkut isu nuklir kian memanas. AS dituding mencari-cari alasan untuk bertindak atas Iran sehubungan dengan tuduhan bahwa Teheran secara diam-diam mengembangkan senjata atom.Demikian dicetuskan Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Kamal Kharrazi seperti dilansir kantor berita Reuters, Selasa (24/8/2004).Karena desakan AS, pengawas nuklir PBB tengah menyelidiki program nuklir Iran, yang menurut republik Islam itu ditujukan semata-mata untuk memproduksi listrik. Bukan senjata nuklir seperti yang dituduhkan Washington. AS ingin agar Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA), pengawas nuklir PBB tersebut, melaporkan Iran ke Dewan Keamanan PBB atas apa yang disebutnya sebagai pelanggaran perjanjian nuklir global, Traktat Non-proliferasi Nuklir (NPT).Namun Kharazi menegaskan negaranya berhak memiliki program nuklir untuk tujuan damai. "Tidak seorang pun bisa membantah hak kami untuk memiliki teknologi nuklir guna tujuan damai," tandas Kharrazi seperti dikutip surat kabar Dominion-Post dalam lawatannya ke Selandia Baru, yang juga menjadi anggota dewan IAEA."Kebencian telah muncul di AS selama bertahun-tahun ini dan karena itu mereka terus mencari-cari alasan (untuk bertindak terhadap Iran)," tutur Kharrazi yang akan meninggalkan Selandia Baru hari Selasa ini setelah kunjungan dua harinya.Meski terus dicecar tudingan oleh AS karena program nuklirnya, Iran bersikeras bahwa pihaknya akan terus melanjutkan aktivitas nuklirnya. Negeri tetangga Irak itu menegaskan, tidak akan menyerah atas haknya mengejar pengembangan teknologi atom demi pembangunan reaktor pembangkit listrik tenaga nuklir.
(ita/)











































