Mahasiswa Yogya Demo Lagi Tolak Kapitalisasi Pendidikan

Mahasiswa Yogya Demo Lagi Tolak Kapitalisasi Pendidikan

- detikNews
Selasa, 24 Agu 2004 11:10 WIB
Yogyakarta - Sekitar 150 mahasiswa dari Front Masyarakat Yogya Peduli Pendidikan, Selasa (24/8/2004) kembali menggelar demo menolak kapitalisasi pendidikan. Selain itu mereka juga menuntut pemerintah agar menaikkan anggaran pendidikan hingga 20 persen.Aksi yang diawali dari Bundaran kampus Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta mulai pukul 09.00 WIB itu diikuti oleh mahasiswa UGM, Universitas Ahmad dahlan (UAD), Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) serta beberapa aktivis KAMMI DIY.Saat aksi dimulai mahasiswa langsung menggelar orasi di atas sebuah bak mobil terbuka sambil membawa beberapa poster. Berbagai poster itu di antaranya bertuliskan "kembalikan anggaran pendidikan 20 persen di APBN, hidup mati pendidikan bangsa ditangan kita, stop kapitalisasi dan komersialisasi pendidikan dan selamatkan nasib bangsa dengan mencerdaskan generasi muda."Dalam orasinya, koordinator aksi Deni Hardianto mengatakan, pemerintah saat ini semakin tidak memperhatikan nasib rakyat bidang pendidikan yang semakin hari semakin terabaikan. Adanya kecenderungan dari pemerintah melakukan kapitalisasi dan komersialisasi di dunia pendidikan merupakan contoh nyata.Tidak direalisasikan anggaran pendidikan sebesar 20 persen dari APBN dan APBD untuk pendidikan adalah bukti kongkret bahwa pemerintah tak serius memperbaiki bangsa Indonesia melalui pendidikan.Tingginya biaya pendidikan seperti yang terjadi saat ini, berakibat rakyat miskin tidak bisa mengenyam pendidikan murah dan pendidikan hanya dinikmati segelintir orang saja. "Ini tak boleh dibiarkan dan kita menuntut anggaran pendidikan di APBN dinaikkanmenjadi 20 persen tidak seperti selama ini yang sangat minim sekali," teriak Deni.Selain itu mahasiswa juga mengkritik bahwa Kota Yogyakarta yang selama ini dikenal sebagai kota pendidikan justru menjadi kota kapitalisasi dan komersialisasi pendidikan. Hal ini ditunjukkan dengan adanya berbagai pungutan biaya yang cukup tinggi di beberapa sekolah dan perguruan tinggi di Yogya dengan dalih peningkatan kualitas.Seusai menggelar orasi di Bundaran UGM, mahasiswa kemudian meneruskan aksi dengan longmarch menuju kantor Gubernur DIY di Kepatihan Jl Malioboro Yogyakarta untuk menemui Sri Sultan Hamengku Buwono X. (nrl/)


Berita Terkait