"Dari dulu DKI Jakarta itu memang bukan lumbung suara Golkar. Lihat saja kursi Golkar di DPRD DKI sekarang ini cuma 7 kursi. Untuk maju dalam Pilgub sekarang ini saja Golkar perlu bantuan koalisi dari PPP dan PDS. Ya memang DKI ini medan yang berat bagi Golkar," ujar Hadjriyanto saat dihubungi wartawan, Kamis (12/7/2012).
Menurutnya pemilih Jakarta memiliki karakter yang unik menentukan pemimpinnya. "Pemilih Jakarta itu sangat rasional, situasional. Tidak ada pemilih tradisional yg fanatik di DKI ini. Maka parpol harus benar-benar bermain cerdas di kota ini," sambungnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Khusus untuk putaran kedua, Hadjriyanto menyarankan partainya membebaskan pemilihnya untuk menentukan gubernur Jakarta.
"Lebih baik Golkar tidak koalisi dengan partai atau calon gubernur manapun. Bebaskan anggota untuk memilih," katanya.
(fdn/mpr)











































