Jelang Lebaran, Menhub Cek Persiapan Kereta Api Daerah Operasi Cirebon

Jelang Lebaran, Menhub Cek Persiapan Kereta Api Daerah Operasi Cirebon

Ray Jordan - detikNews
Kamis, 12 Jul 2012 11:55 WIB
Jelang Lebaran, Menhub Cek Persiapan Kereta Api Daerah Operasi Cirebon
Cirebon, - Jelang Ramadan dan Lebaran, Menteri Perhubungan EE Mangindaan hari ini melakukan peninjauan ke Pusat Pengendalian Operasi Kereta Api Daerah Operasional (Daops) III Cirebon. Mangindaan mengatakan, kunjungannya ini untuk melihat bagaimana sistem kerja yang dilakukan di Daops yang dianggap strategis ini.

"Sengaja saya ingin lihat di Daops sini, bahwa untuk Cirebon ini strategis sekali. Terutama monitoring yang sudah cukup canggih dalam rangka menjaga keterlambatan, gangguan dan sebagainya, sehingga bisa mencegah terjadi sesuatu yang tidak diinginkan," ujar Mangindaan di kantor Pusat Pengendalian Operasi Kereta Api Daops III Cirebon, Jawa Barat, Kamis (12/7/2012).

Mangindaan mengatakan, Daops III Cirebon ini dianggap strategis karena termasuk di dalam jalur Pantura, yang menjadi jalur utama arus mudik warga. Oleh karena itu, perbaikan sistem sangat perlu dilakukan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

"Kalau dilihat frekuensi jalan kereta api, sudah sangat tinggi. Saya kira pelan-pelan kita benahi ini. Cirebon adalah pusat pengendalian operasional yang sangat vital, terutama untuk jalur Pantura," jelasnya.

Salah satu sistem yang dianggap penting yaitu Aoutomatic Train Stop, yaitu alat yang bisa memberhentikan kereta secara otomatis jika terjadi penggandaan dalam satu kotak yang berpotensi terjadinya tumbukan.

"Soal automatic train stop, itu perlu diadakan. Supaya tidak ada tumbukan antar kereta. Jadi itu sistem signalign. Semua tujuannya untuk keselamatan," ungkapnya.

Selain membenahi sistem operasionalnya, Mangindaan juga menegaskan, kesejahteraan petugas juga harus diperhatikan.

"Saya mau lihat karyawannya, enjoy atau tidak. Karena kalau mereka tidak enjoy, silap sedikit bisa terjadi sesuatu yang tidak diinginkan," ungkapnya.

"1 x 24 jam mereka harus save. Tempat tinggal mereka dengan kantornya juga diusahakan jangan terlalu jauh. Jadi ini harus representatif, karena ini motornya," imbuh Mangindaan.

"Jadi, saya sengaja ikut kereta api karena saya pingin lihat masyarakat, mereka senang atau tidak dengan kereta api sekarang. Dan mereka tadi sudah senang, dan mudik nanti kita tetap petahankan itu. Kita akan atasi kekurangan lain," imbuhnya.

(ega/ega)


Berita Terkait