5 Analisis PKS Atas Kegagalan di Pilgub DKI

5 Analisis PKS Atas Kegagalan di Pilgub DKI

- detikNews
Kamis, 12 Jul 2012 10:29 WIB
5 Analisis PKS Atas Kegagalan di Pilgub DKI
Jakarta - Pasangan Hidayat-Didik yang diusung PKS tak banyak meraih suara dalam quick count Pilgub DKI. Bagaimana sikap PKS?

"Mesin PKS sudah bekerja maksimal. Pak Hidayat sebagai cagub juga telah bekerja dan berikhtiar secara maksimal. Namun perolehan suara sementara lewat hitungan cepat menempati urutan ke-3. Dibanding Pilgub sebelumnya, terkesan suara PKS menurun, tapi itu tidak bisa serta merta kita simpulkan gembos," kata Ketua DPP PKS, Jazuli Juwaeni, kepada detikcom, Kamis (12/7/2012).

Lalu Jazuli memberikan penjelasan mengapa suara PKS kali ini menurun dari sebelumnya. Dia memberikan 2 analisis penyebabnya:

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1.Pilgub sebelumnya hanya diikuti 2 kandidat, suara tidak terlalu pecah-pecah.

2. Semakin sering Pilkada dilaksanakn di Indonesia, masyarakat terpolarisasi secara pragmatis.

3. Persoalan DPT juga menjadi penyebab yang sangat signifikan. Karena besar kemungkinan by design. Dimana potensi pemilih kandidat tertentu tidak terdaftar di DPT. Daerah-daerah basis PKS pada Pilgub dan Pemilu sebelumnya banyak yang tidak terdafar.

4.Netralitas PNS dan birokrasi masih sangat menyedihkan. Banyak timses Hidayat diintimidasi. Bahkan atribut malam dipasang besoknya sudah hilang.

5.PKS tidak melakukan money politics karena bertentangan dengan UU.

Namun mantan kandidat Cagub Banten ini menyadari bahwa dalam demokrasi selalu ada menang dan kalah.

"Setelah bekerja keras dan maksimal tanpa kita melakukan kecurangan dan pelanggaran, apapun hasilnya kita harus bangga. Kami yakin warga DKI masih tetap setia pada PKS pada pemilu 2014 nanti. Asal PKS terutama teman-teman DPRD DkI trus menjaga dan menyuarakan aspirasi warga sesuai dengan kewenanganya. Karena itu kami tetap dan trus berterimakasih pada warga DKI yang slalu setia pada PKS,"pungkasnya.

(van/mpr)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads