"Kami di sini juga akan sampaikan bahwa kami menemukan indikasi kecurangan dan penyimpangan di berbagai TPS di DKI Jakarta. Temuan ini berasal dari tim advokasi kami, berupa surat suara yang tidak dibagikan ke TPS dan kartu pemilih dan undangan yang tidak dibagikan ke pemilih," jelas Ketua Timses Hidayat-Didik, Triwisaksana.
Hal itu disampaikan Triwisaksana di Hidayat-Didik Center, Jalan Warung Buncit Raya, Jakarta Selatan, Rabu (11/7/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Urutannya sama, tapi selisihnya tidak lebar. Kami pun sudah sampaikan kepada saksi-saksi untuk melaporkan hasilnya kepada kami," jelas dia.
Sementara Rois Handayana, ketua tim advokasi Timses Hidayat-Didik menambahkan salah satu kecurangan yang ditemuinya, yakni banyak TPS yang suaranya jauh dari DPT.
"TPS yang jumlah suaranya jauh di bawah daftar pemilih yang ada, juga banyak kami temukan. Secara detail akan kami infokan nanti. Ini tentu saja mencederai proses demokrasi yang sedang kami bangun," jelas Rois.
Real Count
Sementara untuk perhitungan nyata yang dilakukan Timses Hidayat-Didik, Sani mengatakan tidak akan berbeda jauh dengan hasil hitung cepat.
"Untuk real count data yang terkumpul hingga saat ini baru 25 persen. Ada sedikit perbedaan dengan quick count yang ditayangkan oleh media. Kami masih dalam situasi menunggu. Masih ada 75 persen data yang belum masuk ke real count," jelas dia.
Ketika ditanya mengenai urutan posisi real count, Sani menjawab, "Urutannya sama, tapi selisihnya tidak lebar. Kami pun sudah sampaikan kepada saksi-saksi untuk melaporkan hasilnya kepada kami".
(nwk/asy)











































