Sayang ketika penyegelan, wartawan tidak diperbolehkan masuk untuk mengambil gambar. Hanya sebagian anggota Satpol PP saja yang diperbolehkan masuk oleh pihak hotel. Sementara di sisi lain, sejumlah anggota ormas tampak mengikuti prosesi itu.
Keberadaan tempat hiburan tersebut ditentang warga Parung karena dinilai kerap dijadikan ajang maksiat dan hal negatif lainnya. Beberapa warga yang tergabung dari beberapa ormas ini tampak geram, karena tidak bisa menyaksikan langsung penyegelan.
Seperti diketahui Hotel Transit P’runk ini mendapat kecaman dari beberapa ormas. Puncaknya pada kasus penangkapan terhadap beberapa orang yang sedang membuat video porno beberapa waktu lalu.
Pihak Satpol PP mengatakan, jika penyegelan ini telah dilakukan sesuai prosedur. Soal tidak diizinkannya warga dan wartawan yang hendak meliput, pihak Satpol PP memberi alasan karena untuk urusan keamanan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami apresiasi petugas yang telah menyegel hotel ini, tapi sebenarnya kami ingin melihat langsung," ujar H Rojak, salah satu tokoh masyarakat Parung.
(/)











































