Seperti pasangan cagub dan cawagub Hendardji Supandji dan Riza Patria. Mereka akan melakukan pemantauan dan menerima keluhan masyarakat yang tak puas dengan pelaksanaan pilgub.
"Kami akan melakukan pemantauan. Dan, kami akan menjadi fasilitator bagi masyarakat yang mengetahui adanya dugaan praktik kecurangan. Kami siap menjadi tempat curhatan hati warga masyarakat yang tidak puas terhadap pelaksanaan pilgub kali ini," kata Hendardji dalam rilisnya, Selasa (10/7/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hendardji mengaku siap menerima laporan masyarakat agar kualitas Pilkada DKI Jakarta menjadi lebih baik dari sebelumnya. "Jakarta ini etalase nasional dan dunia. Bila pilgub buruk maka kualitas pelaksanaannya diragukan. Dan ini juga berefek negatif kepada pemenang," tegasnya.
Oleh karena itu, Hendardji berharap semua pasangan dan tim suksesnya bisa bersikap jujur dan adil. "Jadi ini agar yang dihasilkan adalah benar-benar pemimpin keinginan masyarakat. Bukan pemimpin keinginan elite," ujar mantan Komandan Pusat Polisi Militer Angakatan Darat (Danpuspomad) itu.
Hal yang sama juga dilakukan pasangan lainnya, seperti Jokowi-Basuki, Hidayat Nurwahid-Didik J Rachbini, Faisal Basrie-Biem Benyamin dan Alex Noerdin-Nono Sampono. Mereka akan memantau semua perkembangan Pilgub DKI dari posko masing-masing.
Sementara itu, Jaringan Pendidikan Pemilih Suara untuk Rakyat (JPPR) juga akan menerjunkan 1.058 relawan untuk memantau kecurangan saat pemungutan suara. Para relawan tersebut akan disebar di 1058 TPS yang tersebar di seluruh kotamadya dan kabupaten se-DKI Jakarta.
(nvc/mad)










































