Merkel datang ke gedung MK pada Selasa (10/07/2012) pukul 17.30 WIB. Berbalut blezer warna biru, Merkel tampak sumringah dengan penjagaan sangat ketat. Setibanya di lobi bawah, Mahfud langsung menyalami pemimpin pemerintahan Jerman itu. Setelah itu, Mahfud mengajak Merkel ke ruang pertemuan untuk membicarakan berbagai hal, baik masalah kenegaraan hingga masalah informal.
"Kami sering melihat Kanselir Angela Merkel nonton Bundesliga," kata Mahfud saat konferensi pers di Gedung MK, Jalan Medan Merdeka Barat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Mahfud, selain sepakbola, keduanya juga membicarakan prospek MK RI dengan MK Jerman. Menurut Mahfud selama ini MK didirikan berkiblat kepada MK Jerman. Kedua negara akan meningkatkan kerja sama dalam bidang hukum dan konstitusi.
"Juga ada tukar menukar hakim, MK saling berkunjung," ujar Mahfud.
Mahfud menjelaskan kepada Merkel peranan MK selama ini yaitu dari 1945 sampai 2003, tidak ada UU yang dibatalkan. Pasca 2003, MK baru menguji 460 UU dan membatalkan 138 kali. Mendengar cerita Mahfud, sang Kanselir pun kaget.
"Saya menjelaskan itu, hal ini menjadi salah satu yang membuat dia surprised," ujar Mahfud.
Menurut Mahfud, Merkel melihat sejak adanya MK, penegakan HAM -Indonesia sudah bagus. Di sela-sela obrolan, Kanselir sempat menanyakan keinginan Mahfud untuk terjun di dunia politik dan mencalonkan diri menjadi presiden. Sayangnya dalam konferensi pers ini hanya dihadiri oleh Mahfud karena keterbatasan waktu Kanselir Jerman harus segera meninggalkan MK.
"Saya dilarang menjawab soal itu sekarang," kata Mahfud.
(asp/vit)











































