Ahli Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), Sarwono mengatakan, pemeriksaan dilakukan berdasarkan kelengkapan wahana, seperti baut, kontruksi, motor penggerak dan keretakan. Pemeriksaan dilakukan menggunakan alat Magnetic Particle Test.
"Uji kelayakan operasional untuk enam wahana," terang Sarwono di lokasi Dugderan di Pasar Johar, Semarang, Selasa (10/7/2012).
Dari hasil pemeriksaan, ditemukan beberapa wahana memiliki baut yang kurang panjang. Meski demikian, wahana yang ada di Dugderan, menurut Sarwono, cukup layak untuk dioperasionalkan.
"Baut kurang panjang dan di wahana mainan helikopter bagian lantainya keropos. Tapi cukup layak untuk dioperasionalkan," ungkap Sarwono.
Menanggapi temuan hasil pemeriksaan PJK3 ini, Muhammad Sakyr selaku pengawas wahana mengatakan pihaknya akan melakukan perbaikan pada wahana-wahana yang masih terdapat kekurangan. Selain, itu ia juga berinisiatif mengganti sling atau kabel baja pada wahana kincir-kincir.
"Kami nanti nurut sama rekomendsinya. Yang pasti sudah bisa dioperasikan. Kami akan mengganti sling walaupun sebenarnya masih layak," katanya.
Sementara itu, Kepala Bidang PKL Dinas Pasar Kota Semarang, Anton Siswantono mengatakan, dari 30 wahana yang terdaftar di Dugderan, hanya beberapa yang diperiksa. Beberapa wahana yang diperiksa didasarkan pada potensi bahayanya.
"Yang diperiksa yang model tumpuk pada as. Secara visual semuanya sudah layak cuman ada beberapa sekrup yang kurang pas," ujar Anton.
"Hasil rekomendasinya akan jadi besok (11/7)," imbuhnya.
Pemeriksaan terhadap wahana permainan Dugderan tersebut juga sebagai langkah antisipasi agar kejadian kecelakaan wahana yang menewaskan seorang anak kecil di arena Dugderan, tahun lalu, tidak terulang.
"Wahana helikopter yang tahun lalu itu, sudah tidak dimasukkan di Dugderan kali ini," pungkas Muhammad Sakyr.
(nvc/nvc)











































