"Kuota haji kita sekarang ini sekitar 211 ribu, nanti pemerintah akan meminta tambahan lagi pada Pemerintah Arab Saudi," kata Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 1433 H/2012, Dr HM Syaerozi Dimyati, di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Selasa (10/7/2012).
Menurut dia, tidak hanya Indonesia yang meminta tambahan kuota haji, namun negara-negara lain juga meminta tambahan kuota. Pada tahun lalu dari 26 ribu kuota yang diminta, hanya 10 ribu tambahan yang diberikan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Syaerozi meminta agar petugas PPIH untuk benar-benar mematuhi semua peraturan yang berlaku di negara Arab Saudi. Sebab aturan dan hukum yang berlaku sangat ketat.
Dia kemudian mencontohkan beberapa hal yang dilarang seperti melakukan aksi demo, rapat politik, membawa bendera dan menyebarkan pamflet atau buku-buku. Demikian pula bila ada jamaah yang diketahui membawa narkoba, hukumannya adalah qisas.
"Aturan ketat sekali di sana. Demo pernah dilakukan seperti yang dilakukan oleh jamaah Iran dan langsung ditangkap polisi Arab Saudi. Demo saat haji itu sama saja rusuh dan dosa," katanya.
Dia menambahkan untuk fasilitas pondokan, transportasi, katering juga telah selesai. Sebanyak 320 rumah pondokan di Mekkah telah di sewa PPIH 2012. Demikian pula dengan daerah kerja Madinah dan Jeddah juga telah selesai.
(bgk/nvc)










































