"Sekarang saatnya membuat hotline darurat dan memasang pengumuman di semua tempat strategis," ujar Humas KRL Mania, Agam Fatchurrochman, Selasa (10/7/2012).
Menurut Agam, PT KAI dan KCJ (Kereta Commuter Jabodetabek) juga perlu ingat kembali janji saat diberlakukannya Commuter Line pada awal Februari 2012 lalu. Saat itu PT KAI menyatakan akan melakukan sterilisasi stasiun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bahkan petugas banyak yang hanya berkumpul di ujung kereta saja," kata Agam.
Agam menuturkan, saran membuat hotline darurat melalui stiker sudah disampaikan pada PT KAI/KCJ pada Juni 2011 lalu. Bahkan KRL Mania saat itu sanggup membiayai pembuatan stikernya.
Sayangnya, lanjut Agam, saran KRL Mania itu ditolak PT KAI. Alasannya PT KAI sedang konsentrasi ke rencana kenaikan harga dan pemberlakuan single operation awal Juli 2011 lalu.
"Tunjukkan ada tindak lanjut yang nyata sebagai bagian dari manajemen risiko secara keseluruhan," ucapnya.
Kasus pelecehan seksual diduga terjadi di KRL Depok arah Jatinegara. Korban menyebut pria pelaku tindakan asusila ini mengeluarkan alat vitalnya dan melakukan masturbasi di dalam gerbong kereta.
"Peristiwanya pukul 08.30 WIB di Stasiun Sudirman, tapi korban dan pelakunya dibawa kemari," kata Ariyadi (21), petugas keamanan Stasiun Karet, Jakarta Pusat, kepada detikcom, hari ini. Sebagaimana kasus pelecehan seksual di sarana transportasi selama ini, kasus ini tidak berlanjut ke polisi karena ketiadaan saksi.
(nwy/nrl)










































