Cegah Pelecehan Seksual di KA, KRL Mania Minta Dibuka Hotline Darurat

Cegah Pelecehan Seksual di KA, KRL Mania Minta Dibuka Hotline Darurat

Niken Widya Yunita - detikNews
Selasa, 10 Jul 2012 15:20 WIB
Cegah Pelecehan Seksual di KA, KRL Mania Minta Dibuka Hotline Darurat
Jakarta - Adanya dugaan pelecehan seksual yang terjadi di KRL Depok arah Jatinegara sangat disayangkan KRL Mania.Komunitas pelanggan KRL yang tergabung dalam KRL Mania meminta PT KAI untuk membuat hotline darurat.

"Sekarang saatnya membuat hotline darurat dan memasang pengumuman di semua tempat strategis," ujar Humas KRL Mania, Agam Fatchurrochman, Selasa (10/7/2012).

Menurut Agam, PT KAI dan KCJ (Kereta Commuter Jabodetabek) juga perlu ingat kembali janji saat diberlakukannya Commuter Line pada awal Februari 2012 lalu. Saat itu PT KAI menyatakan akan melakukan sterilisasi stasiun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, PT KAI ternyata tidak melakukan sterilisasi stasiun secara penuh, seperti menutup lubang-lubang tikus penumpang bisa masuk di luar pintu, menertibkan pedagang, pengemis, pengamen, dan sebagainya. Agam menyebut, PT KAI hanya melakukan pengecekan karcis di pintu keluar masuk.

"Bahkan petugas banyak yang hanya berkumpul di ujung kereta saja," kata Agam.

Agam menuturkan, saran membuat hotline darurat melalui stiker sudah disampaikan pada PT KAI/KCJ pada Juni 2011 lalu. Bahkan KRL Mania saat itu sanggup membiayai pembuatan stikernya.

Sayangnya, lanjut Agam, saran KRL Mania itu ditolak PT KAI. Alasannya PT KAI sedang konsentrasi ke rencana kenaikan harga dan pemberlakuan single operation awal Juli 2011 lalu.

"Tunjukkan ada tindak lanjut yang nyata sebagai bagian dari manajemen risiko secara keseluruhan," ucapnya.

Kasus pelecehan seksual diduga terjadi di KRL Depok arah Jatinegara. Korban menyebut pria pelaku tindakan asusila ini mengeluarkan alat vitalnya dan melakukan masturbasi di dalam gerbong kereta.

"Peristiwanya pukul 08.30 WIB di Stasiun Sudirman, tapi korban dan pelakunya dibawa kemari," kata Ariyadi (21), petugas keamanan Stasiun Karet, Jakarta Pusat, kepada detikcom, hari ini. Sebagaimana kasus pelecehan seksual di sarana transportasi selama ini, kasus ini tidak berlanjut ke polisi karena ketiadaan saksi.

(nwy/nrl)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini