"Yang berantem siapa, yang lerai siapa, kok malah saya yang dilaporkan," kata Ramdhan ketika dihubungi detikcom, Rabu (10/7/2012).
Ramdhan mengaku ia tidak mengetahui ihwal peristiwa itu. Menurutnya, saat keributan terjadi, ia baru saja datang ke tempat tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Melihat hal itu, Ramdhan kemudian berupaya melerai perkelahian. Ia kemudian memisahkan Steven dengan temannya yang berkelahi.
"Saya tidak tahu mengapa mereka berkelahi. Mungkin karena Steven ini berantem sama pacarnya, terus melempar gelas," katanya.
Lemparan gelas tersebut, kata dia, kemudian mengenai wajah Mahdi. Mahdi kemudian nenghardik Steven.
"Kamu jangan lempar-lempar gelas dong, begitu kata Mahdi," ujarnya.
Mahdi dan Steven kemudian berkelahi. Saat itu, Ramdhan kemudian melerainya. "Saya bahkan minta sekuriti untuk memisahkan botol," katanya.
Menurut Ramdhan, justru Steven lah yang lebih dulu melempar gelas ke arah kelompoknya. "Lemparan gelas itu mengenai teman saya, Puji. Puji juga sobek 40 jahitan di lehernya," katanya.
Kendati Puji terluka, Ramdhan tidak menyarankannya untuk melapor. Ramdhan memaklumi peristiwa itu lantaran keduanya sama-sama sedang tidak sadar diri.
"Saya maklumlah, namanya orang sedang mabuk," ujarnya.
Ia juga tidak mempermasalahkan laporan Steven ke Polda Metro Jaya. Menurutnya, hal itu hanya untuk menjatuhkan kredibilitasnya semata.
"Silakan saja dia melapor, itu haknya dia. Itu hanya upaya untuk menjatuhkan nama saya saja," tutupnya.
(mei/mpr)











































