"Pertama, perumahan atau gedung-gedung di sekitar masjidil haram, kurang lebih ada 1.700 gedung yang dibongkar oleh pemerintah Arab Saudi. Ada yang sudah dibongkar, tetapi yang belum dibongkar sudah tidak berfungsi. Konsekuensi dari itu maka pemondokan kemudian ke belakang, semakin jauh. Akibat dari itu, yang tadinya harga sewa pemondokan yang di belakang itu murah, sekarang harganya melambung tinggi," kata Suryadharma di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (10/7/2012).
Alasan kedua, yaitu harga bahan bakar pesawat atau avtur yang melambung. Hal itu, dia menambahkan, mengakibatkan biaya perjalanan menjadi naik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selanjutnya, kenaikan ONH juga dipengaruhi oleh kurs dollar saat ini. "Nilai tukar rupiah terhadap dollar berbeda jauh. Tahun lalu kan nilainya Rp 8.200 hingga Rp 8.300. Saat ini kan Rp 9.400 hingga Rp 9.500," tuturnya.
Dari tiga faktor tersebut, Suryadharma menyebut kenaikan akan berkisar 10 persen. "Iya kurang lebih sebesar itu (10 persen). Tapi nanti persisnya berapa, kita tunggu keputusan pemerintah dan DPR hari ini juga pukul 14.00 akan diputuskan besarannya," imbuhnya.
(tor/gah)










































