"Saya baru baca tadi di media. Tetapi kita tunggu saja pernyataan resmi dari KPK," ujar Andi.
Andi mengatakan itu sebelum raker dengan Komisi X DPR RI tentang pembahasan perkembangan pembangunan program pusat pendidikan dan pelatihan sekolah olahraga nasional (P3SON), di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (10/7/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya sudah jelaskan ke KPK dan itu sedang diusut KPK," kata Andi yang mengenakan batik kuning ini.
Andi menuturkan, pergantian anggaran proyek Hambalang dari single years ke multi years yang ditandatangani oleh Sesmenpora Wahid Muharam sudah sesuai prosedur. Saat ini, pergantian proyek itu sedang diaudit oleh BPK dan KPK.
"Kalau ada penyimpangan-penyimpangan biarlah diusut sampai tuntas," ucapnya.
Andi menegaskan proyek Hambalang dibangun sesuai prosedur. "Pokoknya saya dilapori semua dilakukan sesuai dengan prosedur. Tinggal kalau ada penyimpangan silakan diusut," kata Andi.
Informasi yang dikumpulkan detikcom, DK adalah pejabat pembuat komitmen (PPK) di proyek Hambalang. DK kini menjabat sebagai Kabiro Perencanaan Kemenpora. Sedangkan WM saat ini adalah Kabid Evaluasi dan Diseminasi Kemenpora.
Sebelumnya, 20 Juni lalu, Ketua KPK Abraham Samad pernah berujar pihaknya bakal segera menentukan tersangka dalam perkara Hambalang paling lambat dua minggu lalu. Namun meski sudah lewat waktu yang ditentukan, janji Abraham tak kunjung juga terealisasi.
KPK dikabarkan akan kembali melakukan gelar perkara Hambalang hari ini atau Rabu. Apakah dalam gelar perkara kali ini bakal ada orang yang ditetapkan sebagai tersangka? Kita tunggu saja.
(nwy/nrl)











































