"21.344 DPT dihapus karena disinyalir ganda, jadi nama-nama itu sudah ditandai oleh KPU kemudian dihapus berdasarkan rekomendasi Panwaslu DKI Jakarta untuk mencegah pencoblosan lebih dari satu kali," kata Kepala Pokja Sosialisasi dan Kampanye KPU DKI Jakarta, Sumarno, pada detikcom, Selasa (10/7/2012).
Sumarno menambahkan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) pimpinan Jimly Assiddhiqie sempat mempertanyakan penandaan tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penghapusan DPT tersebut menurut Sumarno tidak berdampak besar terhadap pelaksanaan Pilgub DKI Jakarta 2012 karena jumlah Tempat Pemungutan Suara yang banyak dan tersebar di seluruh Jakarta.
"Dampaknya tidak ada, karena kalau tersebar di 15.000 lebih TPS paling banyak 3 surat suara, tidak berdampak besar. Tapi kalau memang yang bersangkutan secara riil ada orangnya, itu yang agak masalah juga karena terancam kehilangan hak pilih," papar Sumarno.
Namun Sumarno meminta untuk keberadaan orang dalam DPT yang dihapus untuk tidak khawatir karena bisa saja mereka terdaftar di TPS lainnya.
"Kita berharap mereka terdaftar di TPS lain, misalnya di Jakarta Pusat tidak ada, tapi di Jakarta Selatan namanya ada karena ini kan tersebar di seluruh Provinsi DKI Jakarta," terang Sumarno.
Sumarno menjelaskan isu penundaan Pilgub DKI Jakarta 2012 tidak berdasar, dan pelaksanaan pemilihan pemimpin Jakarta periode 2012-2017 tersebut tetap dilaksanakan besok Rabu (11/7). "Untuk obrolan di warung kopi bolehlah itu (isu penundaan), tapi KPU tetap sesuai jadwal dan tidak ada perubahan dan penundaan," tutup Sumarno.
(vid/nrl)











































