"Istri saya sudah hamil 3 bulan. Jangan kan untuk biaya bersalin istri, makan sehari-hari saja susah. Makanya saya spontan menjambret untuk persiapan bersalin," kata Toni saat ditemui di Mapolsektro Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (9/7/2012).
Pria berusia 32 tahun tersebut melakukan aksinya saat melihat korban bernama Rismawati melintas berboncengan dengan keponakannya, Budi, di Jalan Danau Sunter Selatan, Jakarta Utara. Tergiur dengan kalung emas tersebut, Toni langsung mengejar korbannya bersama dengan temannya, Pay.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Toni yang memboncengi Pay lalu merebut kalung korbannya dari atas motor dan kabur ke arah Kemayoran. Namun naas, Toni terjebak macet di Jalan Jiung dan ternyata korbannya mengejarnya.
"Saya yang nyetir, saya dekati motornya, lalu saya juga yang rampas kalungnya. Terus yang bawa motor itu (korban) mengejar kita, pas di lampu merah jalan macet kita diteriaki maling," jelas Toni.
Alhasil, Toni dan Pay dikerubungi massa yang hendak menghakimi mereka. Sayangnya, rekan Toni berhasil melarikan diri dan Toni menjadi bulan-bulanan massa.
"Saya tidak sempat kabur, soalnya warga sudah banyak," kisah Toni.
Namun Toni selamat dari amuknya massa setelah kepolisian dari Polsek Tanjung Priok mengamankan dirinya. Ia pun dijerat pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun.
"Tersangka dijerat pasa 363 KUHP tentang pencurian dan diancam hukuman di atas 5 tahun penjara," kata Kanitreskrim Polsek Tanjung Priok, AKP Sutikno, di lokasi yang sama.
(vid/mok)











































