Tim sukses pasangan Hidayat Nur Wahid dan Didik J Rachbini menilai modus kecurangan politik uang yang disebut sebagai 'pasca bayar' sangat menggangu. Namun mereka percaya kadernya memiliki tingkat kesoliditas yang kuat.
Β
"Saya pikir hal itu (modus pasca bayar) sesuatu yang cukup mengganggu, meski secara pribadi saya tidak khawatir karena percaya dengan soliditas," ujar Koordinator tim advokasi Hidayat-Didik, Rois Hadayana, kepada detikcom di kantor KPU DKI, Jl Budi Kemuliaan, Senin, (9/7/2012).
Menurut Rois, politik model ini cukup mengganggu pendewasaan publik terhadap proses demokrasi. Pihaknya justru menyayangkan KPUD DKI yang tidak mengambil langkah antisipasi dengan membuat aturan teknis untuk pencegahan.
"Kita sangat menyayangkan KPUD DKI, masa dengan alasan kesullitan untuk menyimpan HP dan sebagainya tidak bisa dilakukan. Itu kan hal teknis dan mudah kalau ingin mendewasakan proses demokrasi yang sedang berlangsung," tuturnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu gampang diatur. Misal, HP diikat dengan nomor antrean dengan karet kayak orang titip sepatu, setelah memilih HPnya dikembalikan, kan tidak akan tertukar. Kalau KPU DKI betul-betul berpikir ingin ikut mendewasakan proses demokrasi," kata Rois.
(mok/mok)











































