Megawati Belum Terima Surat Undangan Coblosan Pilgub DKI

Megawati Belum Terima Surat Undangan Coblosan Pilgub DKI

Ray Jordan - detikNews
Senin, 09 Jul 2012 18:24 WIB
Megawati Belum Terima Surat Undangan Coblosan Pilgub DKI
Megawati Soekarnoputri
Jakarta - Tahapan pencoblosan dalam Pilgub DKI Jakarta 2012, akan dilaksanakan pada tanggal 11 Juli 2012. KPU DKI pun telah melakukan pendistribusian kartu pemilih bagi setia warga Ibukota.

Namun, pendistribusian ini dianggap belum maksimal, karena masih ada warga DKI yang belum mendapatkan undangan untuk menyalurkan hak pilihnya. Oleh karena itu, Ketua Umum PDIP menyatakan agar pendistribusian kartu undangan tersebut bisa dilakukan sesuai jadwal.

"Untuk masalah kartu undangan, yang dijadwalkan oleh KPUD, seharusnya didistribusikan dari tanggal 6 sampai 8 Juli. Ternyata, sampai tadi, sebelum saya ke DPP, saya masih terus menerima laporan, masih banyak warga belum menerima kartu undangan tersebut. Kalau ini tidak berjalan seperti apa yang disepakati, maka saya meminta kepada pihak penyelenggara pemilukada ini untuk menjalankan sesuai seperti apa yang disepakati," ujar Megawati saat konferensi pers di DPP PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Senin (9/7/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Djarot Saiful Hidayat selaku Pelaksana Harian Ketua DPD PDIP DKI Jakarta mengatakan, pihaknya akan menunggu sampai nanti malam, apakah pendistribusian surat undangan pemilih telah dilakukan secara optimal. Jika masih belum selesai, pihaknya berencana akan mengadukan ke KPU DKI Jakarta.

"Kalau misalnya besok masih banyak yang belum dapat, kita akan adukan kepada KPU," katanya.

Saat ditanya apakah kader PDIP masih banyak yang belum mendapatkan surat undangan, Djarot mengatakan, saat ini Ketua Umum PDIP saja belum menerima undangan untuk menyalurkan suaranya dalam pesta demokrasi DKI. Termasuk Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri.

"Bu Mega aja belum dapat," ucapnya.

Oleh karenanya, PDIP akan melakukan pengawalan terhadap petugas RT/RW dalam mendistribusikan surat undangan tersebut. "Kami akan kawal RT RW atau petugas KPPS untu ikut membantu supaya distribusi itu tepat sasaran dan tidak ada intimidasi," jelasnya.

(gah/gah)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini