"Kami tidak mendengar adanya hal itu," kata Karo Penmas Polri, Kombes Boy Rafli Amar, di Jakarta, Senin (9/7/2012).
Menurut Boy, kegiatan yang dilakukan pihaknya dan TNI adalah dalam rangka memberikan rasa aman kepada masyarakat yang ada di Papua. Segala konflik yang ada di Papua, imbuh Boy, dilakukan dengan jalan dialog yang melibatkan tokoh-tokoh adat dan keagamaan di sana.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dihubungi terpisah, Direktur Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Papua, Kombes Wachyono, kepada wartawan mengatakan tidak ada penyisiran seperti yang dituding pimpinan OPM Lambertus Peukikir.
"Penyisiran tidak ada, yang ada kami mengejar pelaku penembakan terhadap masyarakat dan aparat yang mereka lakukan pada awal bulan ini," kata Wahyono kepada wartawan.
Sebelumnya, pesan singkat diterima detikcom dari Komandan Tentara Nasional Pembebasan (TNP) OPM, Lambertus Peukikir. Dia menyebut aparat TNI/Polri melakukan intimidasi dan berakibat ratusan keluarga di empat kabupaten mengungsi.
"Seratus orang KK di kabupaten Keroom dari 4 kampung mengungsi ke hutan akibat mendapat intimidasi dari aparat TNI/Polri di Kabupaten Kerom banyak anak-anak yang terserang penyakit mohon dukungan doa dari semua pihak agar ada pertolongan," tulis Lambertus dalam pesan singkatnya.
(ahy/trw)











































