Massa aksi mendatangi kantor Kejari Sragen, Senin (9/7/2012) siang. Mereka menilai Kejari Sragen lamban dan bahkan tidak transparan dalam menyidik dugaan penyelewengan dana APBN 2011 dalam Program Percepatan Insfrastruktur Daerah (PPID) senilai Rp 13,5 miliar.
Kepala Kejari Sragen, Gatot Gunarto, menemui sendiri massa aksi. Perdebatan tak bisa dielakkan. Massa menyebut Kejari lamban dalam bekerja. Namun pihak Kejari memastikan bahwa kasus tersebut telah ditangani dan pihaknya telah meningkatkan status hukum kasus tersebut dari penyelidikan ke penyidikan dan telah melakukan ekspose ke Kejati Jawa Tengah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terus diteriaki sebagai pembohong, Gatot pun berang. Dia menunjukkan berkas ekspose kasus yang telah disetujui Kejati Jateng. Dia juga mempersilakan massa untuk datang ke Semarang untuk menanyakan langsung perkembangan hukum kasus tersebut ke Kejati.
Massa tetap pada sikap semula bahwa Kejari Sragen lamban menangani dugaan penyelewengan dana APBD tersebut. Puluhan tikus dilepas halaman Kejari, sebagai simbol bahwa jaksa bersahabat dengan tikus-tikus koruptor. Selain itu kepala babi yang dibawa massa juga ditinggal di halaman Kejari. Mereka mengatakan tikus dan babi itu adalah hadiah mereka untuk Kajari Sragen.
(mbr/mad)











































