Hal itu terjadi dalam rapat pleno menindaklanjuti putusan DKPP soal penetapan DPT yang berlangsung siang ini di kantor KPU DKI Jakarta.
"Latar belakang rapat ini adalah putusan sidang DKPP yang harus dilaksanakan oleh Ketua KPU DKI sesuai perundangan. Poin dua dalam putusan itu kepada ketua KPUD untuk menetapkan DPT yang pasti dengan mengundang seluruh pasangan calon," ujar ketua KPU DKI, Dahliah Umar, dalam rapat bersama tim sukses pasangan calon, di kantornya, Jl Budi kemuliaan, Jakpus, senin, (9/7/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"DPT (dalam putusan DKPP) dinilai menjadi tidak pasti karena ada langkah-langkah penandaan yang dilakukan KPU DKI yang memungkinkan terjadinya penambahan," tutur Dahliah.
Dahliah menjelaskan, atas putusan DKPP itu KPU DKI mengadakan rapat hari ini untuk menyampaikan soal penghapusan penandaan dalam Salinan Daftar Pemilih Tetap (SDPT) dan menetapkan jumlah DPT yang pasti.
Dalam rapat itu, salah satu peserta rapat, tim pasangan Jokowi-Ahok, Denny Iskandar meminta agar KPU DKI tidak sekedar mengumpulkan pasangan calon, tetapi memberikan solusi kongkrit soal jumlah DPT yang pasti.
"Dengan penandaan ditiadakan, artinya ada yang dihapus dan ada yang tidak. Ini kan harus ada proses membuktikan orangnya dua atau hantu. Solusinya seperti apa? Jangan hanya sekadar mengumpulkan tim pasangan calon," kritik Denny Iskandar dalam rapat itu.
Berbeda dengan itu, tim sukses Alex-Nono, Fatahillah Ramli, meminta KPU DKI tidak cukup dengan menghapus penandaan dan mencabut surat edaran. Tetapi harus menetapkan DPT secara pasti namun berhati-hati.
"Saya tidak yakin dalam 2 hari ini persoalan DPT bisa diselesaikan, sehingga nanti 11 juli DPT tidak bersih. Saya tetap dengan pernyataan bahwa perlu pemilihan perlu diundur sampai DPT benar-benar bersih," sarannya.
Pantauan detikcom, rapat yang dimulai pukul 11.00 WIB sempat diskorsing untuk istirahat selama satu jam. Hingga pukul 15.30 WIB, rapat masih berlangsung alot.
(mad/mad)











































