Peristiwa itu terjadi di di dusun Garongan, desa Karangwuni, kabupaten Kulonprogo, Senin (9/7/2012).
Salah satu korban yang juga anggota tim balap sepeda PON DIY, Rastra Patria menuturkan, timnya yang beranggotakan sekitar 10 pembalap itu berlatih speed atau kecepatan di jalur Daendels sejauh 60 km.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena dekat, senggolan tak dapat dihindari hingga tabrakan berurutan. Pembalap yang terjatuh diurutan nomer 5-10 hingga luka-luka," ungkap Rio panggilan akrabnya.
Setelah mengetahui anak latihnya terjatuh dan luka, pelatih M. Basri kemudian mengejar pengendara motor dan memarahinya. Cekcok mulut pun tak terhindarkan antara Basri dan pengendara yang hendak ikut demo menolak penambangan pasir besi di DPRD DIY.
Warga yang sedang berkumpul di pinggir jalan dekat truk-truk pengangkut itu kemudian tersulut emosinya. Massa kemudian marah dan sempat merusak sepeda milik pembalap.
Pembalap yang luka kemudian di bawa ke Puskesmas II Panjatan. Satu pembalap, Risky Rahman mengalami luka di tulang punggung harus dilarikan ke RS Dr Sardjito.
Meski berhasil diredam aparat kepolisian yang saat itu memantau aksi menolak tambang pasir besi, beberapa sepeda terlanjur dirusak. Sedangkan sepeda yang tidak rusak tetap dipakai para pembalap untuk kembali ke Yogyakarta.
(bgs/try)











































