Pantauan detikcom, ribuan poster bergambar wajah enam pasangan kontestan masih terlihat tertempel di tempat-tempat umum. Di pohon, halte, tiang listrik hingga jembatan layang.
Salah satunya adalah di kawasan Matraman, Jakarta Timur. Hingga siang ini, Senin (9/7/2012), masih bisa kita jumpai poster dari para pasangan cagub-cawagub.
Stiker bergambar wajah kontestan incumbent, masih juga tertempel di tiang-tiang listrik. Demikian juga poster yang bergambar pasangan dengan jargon tiga tahun bisa.
Sedangkan poster dari pasangan berbatik oranye, 'menguasai' kaki jembatan layang Matraman. Tak ketinggalan tembok-tembok lain yang ada di sekelilingnya.
Namun tembok yang di tikungan, 'diduduki' duet berkemeja motif kotak merah-hitam. Tidak jauh dari sana, terdapat poster bergambar pasangan yang menjanjikan ribuan lapangan kerja baru buat warga Jakarta.
"Udah diberesin kemarin Minggu jam 2 pagi. Mungkin susah kali Satpol PP-nya tidak bisa nurunin spanduknya," kata tukang ojek Anton (34) yang biasa mangkal di bawah jembatan penyeberangan Pancoran Barat.
Demikian juga dengan pasangan yang slogannya anti berkumis. Baliho raksasa mereka terpasang perkasa di halaman posko yang kebetulan tepat berapa di sisi jalan yang sibuk itu.
Pemandangan demikian bahkan masih bisa kita jumpai hingga Tugu Proklamasi. Nampaknya petugas kebersihan Pemprov DKI Jakarta kesulitan mencopoti poster berlem kuat dan stiker para kontestan yang tumpang tindih dengan iklan badut panggilan dan sedot wc.
Masih banyaknya atribut kampanye ini, tidak terlepas dari sedikitnya jumlah petugas yang melakukan operasi pembersihan. Data dari Panwaslu, hanya 150 orang petugas yang bekerja di lima wilayah DKI Jakarta.
Pasukan tersebut terdiri dari 50 anggota Satpol PP, 60 orang dari anggota timses enam calon (satu calon mengerahkan 10 orang) dan anggota Panwaslu sebanyak 40 orang.
Masa tenang ini berlangsung dari tanggal 8-10 Juli. Pada 11 Juli, warga Jakarta yang memiliki hak pilih akan memberikan suaranya di TPS. Keenam pasangan calon adalah Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli, Hendardji Soepandji-Ahmad Riza Patria, Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama, Hidayat Nurwahid-Didik Rachbini, Faisal Basri-Biem Benjamin, dan Alex Noerdin-Nono Sampono.
(lh/mad)











































